Posted by: safarah | 52007000UTC11bUTCFri, 30 Nov 2007 01:27:48 +0000 24, 2007

Ibrah 5


  • MENIKMATI KRITIKAN

    Kejernihan atau kekotoran hati seseorang akan tampak jelas tatkala dirinya ditimpa kritikan, celaan atau penghinaan orang lain

    Orang yang lemah akal & imannya, akan mudah goyah dan resah. Ia akan sibuk membela diri dengan menyusun ratusan dalih. Bahkan mungkin dia akan menyusun rencana pembalasan dengan mencari-cari aib lawannya.

    Orang yang memiliki kejernihan hati dan ketinggian akhlak, ketika datang badai kritik, celaan serta penghinaan seberat atau sedahsyat apapun, dia akan tetap tegar tak goyah sedikitpun. Malah ia justru menikmatinya karena yakin betul bahwa semua musibah yang menimpanya tersebut semata-mata terjadi dengan seijin Allah Azza wa Jalla.

    Allah tahu persis segala aib dan cela setiap hamba-Nya dan Dia berkenan memberitahunya dengan cara apa saja dan melalui siapa saja.
    Terkadang berbentuk nasehat yang halus, adakalanya lewat obrolan dan guyonan seorang teman, tapi tak jarang pula melalui cacian teramat pedas dan menyakitkan.
    Ia pun bisa muncul melalui lisan seorang guru, ulama, orang tua, sahabat, adik, anak kecil, musuh, atau siapa saja. Terserah Allah.

    Jadi, mengapa kita justru merepotkan diri membalas orang-orang yang menjadi jalan keuntungan bagi kita ?
    Padahal kita seharusnya bersyukur karena tanpa kita bayar, mereka sudi memberitahukan segala kejelekan dan aib yang mengancam amal-amal shaleh kita di akherat kelak.
    Bahkan kalau kita sadari mereka sebenarnya adalah ‘guru’ yang melatih kita agar sabar, ikhlas dan tawadhu’.

    Timbulnya keresahan dalam hati, pembelaan diri, atau keinginan menyakiti adalah karena pikiran kita terlampau terfokus pada makhluk.
    Padahal mereka hanyalah jalan bagi sampainya pemberitahuan Allah kepada kita.
    Selain itu, karena kita terlampau tamak kepada kemuliaan dan penghargaan dari makhluk, sehingga khawatir semua itu akan hilang dengan adanya kritikan dan celaan.

    Dikutip dari :
    Majalah Al Falah Edisi September 2000
    oleh : KH Abdullah Gymnastiar (Pimpinan Ponpes Daarut Tauhid Bandung)


    OBAT BAGI JIWA YANG GELISAH

    Suatu ketika Ibnu Mas’ud ra, sahabat Rasul didatangi seseorang, katanya : “Wahai Ibnu Mas’ud, berilah nasehat yang dapat kujadikan obat bagi jiwaku yang dilanda cemas dan gelisah. Aku merasa tidak tenteram, jiwaku gelisah dan pikiranku kusut, makan tak enak tidurpun tak nyenyak.”
    “Kalau penyakit itu yang menimpamu, bawalah hatimu mengunjungi tiga tempat,“ jawab Ibnu Mas’ud. “Bawalah hatimu ke tempat orang yang membaca Al-Qur’an lalu bacalah Al-Qur’an atau dengarkanlah bacaan orang tadi. Atau pergilah ke forum-forum pengajian yang mengingatkan hatimu kepada Allah. Atau carilah waktu dan tempat yang sunyi, lalu hadapkanlah hatimu ke hadirat Allah dengan menyembah-Nya, misalnya, ketika orang sedang tidur nyenyak, bangunlah engkau untuk mendirikan shalat malam dan bermunajatlah. Mohonlah kenenangan jiwa, ketentraman bathin dan kejernihan pikiran serta kemurnian hati kepada Allah SWT.”

    Dikutip dari :
    Majalah Al Falah Edisi Juni 2000
    oleh : KH Abdullah Gymnastiar (Pimpinan Ponpes Daarut Tauhid Bandung)


    “Cintailah kekasihmu ala kadarnya saja supaya kebencianmu kepadanya cukup sehari saja, dan lampiaskanlah kebencianmu itu ala kadarnya saja supaya kecintaanmu itu cukup sehari saja.”
    (HR. Tirmidzi Al-Baihaqqi dalam as-Sunan)


    T I P S

    Untuk Mencapai Kebahagiaan :
    1. Nikmati saat demi saat (every moment)
    Membuat orang tersenyum, kepuasan membantu teman, kepuasan menikmati buku bagus, dll.
    2. Kendalikan waktu : Jangan sampai beban tugas mengganggu kebahagiaan.
    3. Optimis
    4. Berfikir positif (khusnudzon)
    5. Berikan prioritas untuk menjalin hubungan dekat dengan seseorang (mencintai & dicintai)
    6. Berbuatlah bahagia & Mulailah hari Anda dengan tersenyum (pasang wajah bahagia, tertawa)
    7. Hindari kesia-siaan.
    8. Bergeraklah (misal : aerobik 20-30 menit, 4 x seminggu)
    9. Beristirahatlah : sisakan waktu untuk tidur dan menyendiri
    10. Jangan abaikan kebutuhan jiwa (mendalami agama).
    11. Belajar dari orang yang lebih tua
    12. Menolong sesama

    Tanda Kurang Percaya Diri :
    1. Malu menerima pujian (Selalu ucapkan ‘alhamdulillah’ (segala puji milik Allah) setiap kali mendapatkan pujian, supaya tidak takabur)
    2. Takut mencintai dan dicintai.
    3. Takut kritikan.
    4. Menutup diri.
    5. Tidak peka terhadap kelebihan (bisa menghambat potensi)
    6. Mudah menyalahkan diri sendiri.
    7. Takut mencoba hal baru.
    8. Sering jadi penonton.

    KiatPergaulan :
    1. Berusaha selalu ramah.
    2. Dampingi teman Anda dikala sedih maupun senang
    3. Biasakan berbaik hati dalam keseharian.
    4. Tunjukkan perhatian yang tulus pada orang lain.
    5. Usahakan keterbukaan.
    6. Sering-seringlah memuji (dengan ikhlas tanpa pamrih)
    7. Minta maaf jika bersalah dan Memberi maaf saat disakiti.

    How to Make a Good Relationship :
    1. Saling mengungkapkan perasaan sayang.
    2. Saling menghormati dan saling percaya.
    3. Kemampuan untuk take and give (memberi dan menerima).
    4. Peka terhadap kebutuhan dan harapan satu sama lain.
    5. Sering melucu/punya rasa humor.

  • Motto :
    “Taat dan tunduklah kamu hanya kepada Allah,
    maka akan taat dan tunduk segala sesuatu kepadamu!“


    Leave a Reply

    Please log in using one of these methods to post your comment:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s

    Categories

    %d bloggers like this: