Posted by: safarah | 52007000UTC11bUTCFri, 30 Nov 2007 01:12:10 +0000 24, 2007

Ibrah 3

  • Shalat Istikharah :
    Shalat Istikharah jangan hanya 2 rokaat, tapi lakukan terus sampai mendapat petunjuk dan kemantapan hati. Sehingga hilang imajinasi, halusinasi dan ekspektasi (pengharapan) menuju pada kepasrahan total kepada Allah. Shalat Istikharah boleh dilakukan setelah shalat Maghrib, tapi waktu terbaik adalah di akhir malam (± jam 2-3 pagi).
  • “Kalau ada orang yang sangat ingin akan sesuatu yang membuka selera, lalu dia tekan keinginannya itu, sehingga tidak dipentingkannya dirinya, akan diampuni Allah dosanya.” (HR. Ibnu Hibban)
  • DZIKIR
    Dzikir dalam hati/kalbu : QS. 7 (Al-A’raaf) : 205
    “Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam Hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, …”
  • Bagaimana Dzikir bisa mudah merasuk ke dalam hati/kalbu :
    1. Temui orang yang mengerti kalbu lalu minta di-talqin dzikir (dipandu untuk dzikir),
    sehingga kita bisa melatih untuk dzikir di hati.
    2. Benturan hati :
    a. Sengaja dibenturkan :
    Benturkan hati dengan keras dan terus-menerus sehingga terguncang kemudian isi dengan dzikir.
    (Lakukan secara  kontinyu/terus-menerus sehingga menjadi kebiasaan) :
    – Bangun malam, mandi, Shalat Tahajud.
    – Puasa Senin-Kamis, atau lebih baik lagi jika bisa puasa Nabi Daud
    (sehari puasa sehari tidak/puasa selang hari)
    b. Terkena benturan secara tak sengaja -> musibah, dll.
  • Kebiasaan jelek yang dilakukan dalam waktu yang lama, akan mengotori jiwa sehingga hati keras dan berkarat.
    Untuk mengatasinya, maka hati harus dibenturkan, dengan cara :
    – Niat/kemauan kuat untuk memperbaiki diri
    – Shalat Taubat :
    – Bangun diakhir malam (± jam 2 pagi), mandi, shalat taubat, sesali dan janji untuk tidak mengulanginya.
    – Shalat Tahajud setiap akhir malam.
    – Puasa Senin+Kamis, atau lebih baik lagi jika puasa Nabi Daud (sehari puasa sehari tidak (puasa selang hari))   Lakukan selama 40 hari (untuk penggemblengan), setelah itu lakukan setiap hari sebagai kebiasaan.

  • Seutama Manusia jika Punya 5 Perkara :
    1. Khusyu’, selalu merasa menghadap Allah setiap saat.
    Khusyu’ shalatnya à shalat yang mendapat nilai dari Allah hanya yang dilakukan dengan khusyu’.
    2. Manfaat terhadap sesama manusia dan makhluk lain -> minimal sedekah dengan senyuman.
    3. Orang lain merasa aman/tidak ketakutan terhadap diri kita à jangan berbuat jahat pada orang lain.
    4. Tidak mengganggu milik orang lain.
    5. Siap menghadapi mati.
  • Kalau kamu marah/emosi, maka ambil air wudhu dan shalatlah.
    Pusat amarah diyakini berada 2 jari di bawah pusar, maka jika kamu marah/emosi, jongkok-lah dan tarik pusar ke belakang (menekan) agar emosi reda. Demikian pula dalam shalat terdapat gerakan ruku’, sujud dan duduk yang dapat menekan titik 2 jari dibawah pusar sehingga dengan shalat emosi reda/terkendali dan tenang.
  • “Berbuatlah jujur, walau untuk jangka pendek terasa pahit dan merugikan. Tapi untuk jangka panjang akan membawa manfaat yang besar.
    Jangan berbuat dusta, walau untuk sesaat terasa menguntungakan. Tapi untuk jangka panjang akan membawa kehancuran/kerugian yang besar.”

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: