Posted by: safarah | 62007000UTC11bUTCSat, 24 Nov 2007 18:18:52 +0000 24, 2007

CARA MENGHAFAL AL QUR’AN

Bagaimana cara menghafal Al Qur’an dengan baik agar hafalan tersebut tidak mudah hilang? Apakah boleh menggunakan mushhaf Al Qur’an dalam shalat untuk dibaca ketika selesai membaca Al Fatihah, karena orang yang shalat tersebut tidak hafal surat yang hendak dibacanya? Demikian pula doa, apakah boleh menulis pada secari kertas lalu dibaca saat membaca doa dalam shalat?

Jawab: Fadhilatusy Syiakh Shalil Al Fauzan menjawab: “Tidak ada cara terbaik untuk menghafal Al Qur’an kecuali dengan dua hal:
1. Banyak membaca Al Qur’an dan mengulang-ngulangnya baik di dalam ataupun di luar shalat.” (karena Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda: “Biasakanlah untuk terus membaca Al Qur’an, karena demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, sungguh dia (bacaan/hafalan Al Qur’an) itu lebih cepat lepas/hilangnya dari pada unta dari tali pengikat kakinya.” (HR Al Bukhari dan Muslim dalam shahih keduanya)-pent)
2. Mengamalkan Al Qur’an, karena mengamalkannya akan mengantarkan kepada kokohnya hafalan Al Qur’an tersebut dalam dada dan terus mengingatkannya.
Adapun menulis doa-doa pada secarik kertas untuk dibaca dalam shalat anda maka saya tidak menganjurkan yang demikian itu. Tapi semestinya anda berdoa dengan apa yang mudah bagi anda dan dengan doa yang telah anda hafal. Sehingga tidak perlu memberat-beratkan diri dengan menuliskannya untuk kemudian dibaca, karena hal tersebut akan menyibukkan anda dari ibadah shalat yang sedang ditunaikan.
Masalah membaca Al Qur’an dari mushaf ketika sedang shalat tidak ada larangannya bila memang orang tersebut tidak memiliki hafalan Al Qur’an sedikit pun. Sebagian salaf telah memberikan rukhshah (keringanan) dalam masalah tersebut, dan ini merupakan madzhab sekelompok ahlul ilmi. Bila memang orang itu tidak mampu membaca dari hafalannya dan tidak punya hafalan Al Qur’an, atau ia ingin mengerjakan shalat malam/tahajjud misalnya dan ingin memanjangkan bacaanya, maka yang seperti ini tidak ada larangannya karena adanya hajat/kebutuhan. Demikian pula dalam shalat tarawih, boleh membaca Al Qur’an dengan melihat mushaf.” (Majmu’ Fatawa Asy Syaikh Shalih Al Fauzan, 1/114-115)


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: