<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>.::..::`فقه الاسلام`::..::.</title>
	<atom:link href="http://delss.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://delss.wordpress.com</link>
	<description>Akankah Islam Itu Maju Dan Menang Dari Agama Lain..??</description>
	<lastBuildDate>Mon, 07 Jan 2008 06:08:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='delss.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>.::..::`فقه الاسلام`::..::.</title>
		<link>http://delss.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://delss.wordpress.com/osd.xml" title=".::..::`فقه الاسلام`::..::." />
	<atom:link rel='hub' href='http://delss.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Gadis Mesir Itu Bernama Maria</title>
		<link>http://delss.wordpress.com/2008/01/07/gadis-mesir-itu-bernama-maria/</link>
		<comments>http://delss.wordpress.com/2008/01/07/gadis-mesir-itu-bernama-maria/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Jan 2008 06:08:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>safarah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Novel Ayat² Cinta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://delss.wordpress.com/2008/01/07/gadis-mesir-itu-bernama-maria/</guid>
		<description><![CDATA[Gadis Mesir Itu Bernama Maria Tengah hari ini, kota Cairo seakan membara. Matahari berpijar di tengah petala langit. Seumpama lidah api yang menjulur dan menjilat-jilat bumi. Tanah dan pasir menguapkan bau neraka. Hembusan angin sahara disertai debu yang bergulung-gulung menambah panas udara semakin tinggi dari detik ke detik. Penduduknya, banyak yang berlindung dalam flat yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=delss.wordpress.com&amp;blog=2191013&amp;post=204&amp;subd=delss&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><b><font face="Verdana" size="4">Gadis Mesir Itu Bernama Maria </font></b></p>
<p align="justify"><font face="Verdana" size="2">Tengah hari ini, kota Cairo seakan  membara. Matahari berpijar di tengah petala langit. Seumpama lidah api yang  menjulur dan menjilat-jilat bumi. Tanah dan pasir menguapkan bau neraka.  Hembusan angin sahara disertai debu yang bergulung-gulung menambah panas udara  semakin tinggi dari detik ke detik.</font></p>
<p align="justify"><font face="Verdana" size="2">Penduduknya, banyak yang berlindung  dalam flat yang ada dalam apartemenapartemen berbentuk kubus dengan pintu,  jendela dan tirai tertutup rapat. Memang, istirahat di dalam flat sambil  menghidupkan pendingin ruangan jauh lebih nyaman daripada berjalan ke luar  rumah, meski sekadar untuk shalat berjamaah di masjid. Panggilan azan zhuhur  dari ribuan menara yang bertebaran di seantero kota hanya mampu menggugah dan  menggerakkan hati mereka yang benar-benar tebal imannya. Mereka yang memiliki  tekad beribadah sesempurna mungkin dalam segala musim dan cuaca, seperti karang  yang tegak berdiri dalam deburan ombak, terpaan badai, dan sengatan matahari. Ia  tetap teguh berdiri seperti yang dititahkan Tuhan sambil bertasbih tak kenal  kesah. Atau, seperti matahari yang telah jutaan tahun membakar tubuhnya untuk  memberikan penerangan ke bumi dan seantero mayapada. Ia tiada pernah mengeluh,  tiada pernah mengerang sedetik pun menjalankan titah Tuhan. </font></p>
<p align="justify"><font face="Verdana" size="2">Awal-awal Agustus memang puncak musim  panas. </font></p>
<p align="justify"><font face="Verdana" size="2">Dalam kondisi sangat tidak nyaman  seperti ini, aku sendiri sebenarnya  sangat malas keluar. Ramalan cuaca  mengumumkan: empat puluh satu derajat celcius! Apa tidak gila!? Mahasiswa Asia  Tenggara yang tidak tahan panas, biasanya sudah mimisan, hidungnya mengeluarkan  darah. Teman satu flat yang langganan mimisan di puncak musim panas adalah  Saiful. Tiga hari ini, memasuki pukul sebelas siang sampai pukul tujuh petang,  darah selalu merembes dari hidungnya. Padahal ia tidak keluar flat sama sekali.  Ia hanya diam di dalam kamarnya sambil terus menyalakan kipas angin. Sesekali ia  kungkum, mendinginkan badan di kamar mandi. </font></p>
<p align="justify"><font face="Verdana" size="2">Dengan tekad bulat, setelah mengusir  segala rasa <i>aras-arasen</i></font><i><font face="Verdana" size="1">1</font></i><font face="Verdana" size="2"> aku bersiap untuk keluar. Tepat  pukul dua siang aku harus sudah berada di Masjid Abu Bakar Ash-Shidiq yang  terletak di Shubra El-Khaima, ujung utara Cairo, untuk  <i>talaqqi</i></font><i><font face="Verdana" size="1">2</font></i><font face="Verdana" size="2"> pada Syaikh Utsman Abdul Fattah. Pada ulama besar ini aku belajar qiraah  <i>sab’ah</i></font><i><font face="Verdana" size="1">3</font></i><font face="Verdana" size="2"> dan ushul <i>tafsir</i></font><i><font face="Verdana" size="1">4</font></i><font face="Verdana" size="2">. Beliau adalah murid Syaikh  Mahmoud Khushari, ulama legendaris yang mendapat julukan Syaikhul Maqari’ Wal  Huffadh Fi Mashr atau Guru Besarnya Para Pembaca dan Penghafal Al-Qur’an di  Mesir. </font></p>
<p align="justify"><font face="Verdana" size="2">Jadwalku mengaji pada Syaikh yang  terkenal sangat disiplin itu seminggu dua kali. Setiap Ahad dan Rabu. Beliau  selalu datang tepat waktu. Tak kenal kata absen. Tak kenal cuaca dan musim.  Selama tidak sakit dan tidak ada uzur yang teramat penting, beliau pasti datang.  Sangat tidak enak jika aku absen hanya karena alasan panasnya suhu udara. Sebab  beliau tidak sembarang menerima murid untuk talaqqi qiraah sab’ah. Siapa saja  yang ingin belajar qiraah sab’ah terlebih dahulu akan beliau uji hafalan  Al-Qur’an tiga puluh juz dengan qiraah bebas. Boleh Imam Warasy. Boleh Imam  Hafsh. Atau lainnya. Tahun ini beliau hanya menerima sepuluh orang murid. Aku  termasuk sepuluh orang yang beruntung itu. Lebih beruntung lagi, beliau sangat  mengenalku. Itu karena, di samping sejak tahun pertama kuliah aku sudah  menyetorkan hafalan Al-Qur’an pada beliau di serambi masjid Al Azhar, juga  karena di antara sepuluh orang yang terpilih itu ternyata hanya diriku seorang  yang bukan orang Mesir. Aku satusatunya orang asing, sekaligus satu-satunya yang  dari Indonesia. Tak heran jika beliau meng-anakemas-kan diriku. Dan teman-teman  dari Mesir tidak ada yang merasa iri dalam masalah ini. Mereka semua simpati  padaku. Itulah sebabnya, jika aku absen pasti akan langsung ditelpon oleh Syaikh  Utsman dan teman-teman. </font></p>
<p align="justify"><font face="Verdana" size="2">Mereka akan bertanya kenapa tidak  datang? Apa sakit? Apa ada halangan dan lain sebagainya. Maka aku harus tetap  berusaha datang selama masih mampu menempuh perjalanan sampai ke Shubra,  meskipun panas membara dan badai debu bergulung-gulung di luar sana. Meskipun  jarak yang ditempuh sekitar lima puluh kilo meter lebih jauhnya. </font></p>
<p align="justify"><font face="Verdana" size="2">Kuambil mushaf tercinta. </font></p>
<p align="justify"><font face="Verdana" size="2">Kucium penuh takzim. Lalu kumasukkan  ke dalam saku depan tas cangklong hijau tua. Meskipun butut, ini adalah tas  bersejarah yang setia menemani diriku menuntut ilmu sejak di Madrasah Aliyah  sampai saat ini, saat menempuh S.2. di universitas tertua di dunia, di delta Nil  ini. Aku mengambil satu botol kecil berisi air putih di kulkas. Kumasukkan dalam  plastik hitam lalu kumasukkan dalam tas. Aku selalu membiasakan diri membawa air  putih jika bepergian, selain sangat berguna juga merupakan salah satu bentuk  penghematan yang sangat terasa. Apalagi selama menempuh perjalanan jauh dari  Hadayek Helwan sampai Shubra El-Khaima dengan metro5, tidak akan ada yang  menjual minuman. </font></p>
<p align="justify"><font face="Verdana" size="2">Aku sedikit ragu mau membuka pintu.  Hatiku ketar-ketir. Angin sahara terdengar mendesau-desau. Keras dan kacau. Tak  bisa dibayangkan betapa kacaunya di luar sana. Panas disertai gulungan debu yang  berterbangan. Suasana yang jauh dari nyaman. Namun niat harus dibulatkan.  <i>Bismillah tawakkaltu ‘ala Allah</i></font><i><font face="Verdana" size="1">6</font></i><font face="Verdana" size="2">, pelan-pelan kubuka pintu  apartemen. Dan&#8230; </font></p>
<p align="justify"><font face="Verdana" size="2">Wuss! </font></p>
<p align="justify"><font face="Verdana" size="2">Angin sahara menampar mukaku dengan  kasar. Debu bergumpal-gumpal bercampur pasir menari-nari di mana-mana. Kututup  kembali pintu apartemen. </font></p>
<p align="justify"><font face="Verdana" size="2">Rasanya aku melupakan sesuatu.  </font></p>
<p align="justify"><font face="Verdana" size="2">“Mas Fahri, udaranya terlalu panas.  Cuacanya buruk. Apa tidak sebaiknya istirahat saja di rumah?” saran Saiful yang  baru keluar dari kamar mandi. Darah yang merembes dari hidungnya telah ia  bersihkan. </font></p>
<p align="justify"><font face="Verdana" size="2">“Insya Allah tidak akan terjadi  apa-apa. Aku sangat tidak enak pada Syaikh Utsman jika tidak datang. Beliau saja  yang sudah berumur tujuh puluh lima tahun selalu datang. Tepat waktu lagi. Tak  kenal cuaca panas atau dingin. Padahal rumah beliau dari masjid tak kurang dari  dua kilo,” tukasku sambil </font></p>
<p align="justify"><font face="Verdana" size="2">bergegas masuk kamar kembali,  mengambil topi dan kaca mata hitam. </font></p>
<p align="justify"><font face="Verdana" size="2">“<i>Allah yubarik  fik</i></font><i><font face="Verdana" size="1">7</font></i><font face="Verdana" size="2">, Mas,” ujarnya serak. Tangan kanannya mengusapkan sapu tangan pada  hidungnya. Mungkin darahnya merembes lagi. </font></p>
<p align="justify"><font face="Verdana" size="2">“<i>Wa iyyakum!</i></font><i><font face="Verdana" size="1">8</font></i><font face="Verdana" size="2">” balasku sambil  memakai kaca mata hitam dan memakai topi menutupi kopiah putih yang telah  menempel di kepalaku. </font></p>
<p align="justify"><font face="Verdana" size="2">“Sudah bawa air putih, Mas?”  </font></p>
<p align="justify"><font face="Verdana" size="2">Aku mengangguk. </font></p>
<p align="justify"><font face="Verdana" size="2">“Saif, Rudi minta dibangunkan pukul  setengah dua. Tadi malam dia lembur bikin makalah. Kelihatannya dia baru tidur  jam setengah sepuluh tadi. </font></p>
<p align="justify"><font face="Verdana" size="2">Terus tolong nanti bilang sama dia  untuk beli gula, dan minyak goreng. Hari ini dia yang piket belanja. Oh ya,  hampir lupa, nanti sore yang piket masak Hamdi. Dia paling suka masak  oseng-oseng wortel campur <i>kofta</i></font><i><font face="Verdana" size="1">9</font></i><font face="Verdana" size="2">. Kebetulan wortel dan koftanya  habis. Bilang sama Rudi sekalian.” </font></p>
<p align="justify"><font face="Verdana" size="2">Sebagai yang dipercaya untuk jadi  kepala keluarga—meskipun tanpa seorang ibu rumah tangga—aku harus jeli  memperhatikan kebutuhan dan kesejahteraan anggota. Dalam flat ini kami hidup  berlima; aku, Saiful, Rudi, Hamdi dan Mishbah. Kebetulan aku yang paling tua,  dan paling lama di Mesir. </font></p>
<p align="justify"><font face="Verdana" size="2">Secara akademis aku juga yang paling  tinggi. Aku tinggal menunggu pengumuman untuk menulis tesis master di Al Azhar.  Yang lain masih program S.1. Saiful dan Rudi baru tingkat tiga, mau masuk  tingkat empat. Sedangkan Misbah dan Hamdi sedang menunggu pengumuman kelulusan  untuk memperoleh gelar Lc. atau Licence. Mereka semua telah menempuh ujian akhir  tahun pada akhir Mei sampai awal Juni yang lalu. Awal-awal Agustus biasanya  pengumuman keluar. Namun sampai hari ini, pengumuman belum juga keluar.  </font></p>
<p align="justify"><font face="Verdana" size="2">Dan hari ini, kebetulan yang ada di  flat hanya tiga orang, yaitu aku, Saiful dan Rudi. Adapun Hamdi sudah dua hari  ini punya kegiatan di Dokki, tepatnya di Masjid Indonesia Cairo. Ia diminta  untuk memberikan pelatihan kepemimpinan pada remaja masjid yang semuanya adalah  putera-puteri para pejabat KBRI. Siang ini katanya selesai, dan nanti sore dia  pulang. Sedangkan Mishbah sedang berada di Rab’ah El-Adawea, Nasr City. Katanya  ia harus menginap di Wisma Nusantara, di tempatnya Mas Khalid, untuk merancang  draft pelatihan ekonomi Islam bersama Profesor Maulana Husein Shahata,  pertengahan September depan. </font></p>
<p align="justify"><font face="Verdana" size="2">Masing-masing penghuni flat ini punya  kesibukan. Aku sendiri yang sudah tidak aktif di organisasi manapun, juga  mempunyai jadwal dan kesibukan. Membaca bahan untuk tesis, talaqqi qiraah  sab’ah, menerjemah, dan diskusi intern dengan teman-teman mahasiswa Indonesia  yang sedang menempuh S.2. dan S.3. di Cairo.</font></p>
<p align="justify"><font face="Verdana" size="2">Urusan-urusan kecil seperti belanja,  memasak dan membuang sampah, jika tidak diatur dengan bijak dan baik akan  menjadi masalah. Dan akan mengganggu keharmonisan. Kami berlima sudah seperti  saudara kandung. Saling mencintai, mengasihi dan mengerti. Semua punya hak dan  kewajiban yang sama. Tidak ada yang diistimewakan. Semboyan kami, baiti jannati.  Rumahku adalah surgaku. </font></p>
<p align="justify"><font face="Verdana" size="2">Tempat yang kami tinggali ini harus  benar-benar menjadi tempat yang menyenangkan. Dan sebagai yang paling tua aku  bertanggung jawab untuk membawa mereka pada suasana yang mereka inginkan.  </font></p>
<p align="justify"><font face="Verdana" size="2">Aku melangkah ke pintu. </font></p>
<p align="justify"><font face="Verdana" size="2">“Saif. Jangan lupa pesanku tadi!”  kembali aku mengingatkan sebelum membuka pintu. </font></p>
<p align="justify"><font face="Verdana" size="2">“Insya Allah, Mas.” </font></p>
<p align="justify"><font face="Verdana" size="2">Di luar sana angin terdengar  mendesau-desau. Benar kata Saiful, cuaca sebetulnya kurang baik. </font></p>
<p align="justify"><font face="Verdana" size="2">Ah, kalau tidak ingat bahwa kelak  akan ada hari yang lebih panas dari hari ini dan lebih gawat dari hari ini. Hari  ketika manusia digiring di padang Mahsyar dengan matahari hanya satu jengkal di  atas ubun-ubun kepala. Kalau tidak ingat, bahwa keberadaanku di kota seribu  menara ini adalah amanat. Dan amanat akan dipertanggungjawabkan dengan pasti.  Kalau tak ingat, bahwa masa muda yang sedang aku jalani ini akan dipertanyakan  kelak. Kalau tak ingat, bahwa tidak semua orang diberi nikmat belajar di bumi  para nabi ini. Kalau tidak ingat, bahwa aku belajar di sini dengan menjual  satu-satunya sawah warisan dari kakek. Kalau tidak ingat bahwa aku dilepas  dengan linangan air mata dan selaksa doa dari ibu, ayah dan sanak saudara. Kalau  tak ingat bahwa jadwal adalah janji yang harus ditepati. Kalau tak ingat itu  semua, shalat zhuhur di kamar saja lalu tidur nyantai menyalakan kipas dan  mendengarkan lantunan lagu El-Himl El- Arabi atau El-Hubb El-Haqiqi, atau  untaian shalawatnya Emad Rami dari Syiria itu, tentu rasanya nyaman sekali.  Apalagi jika diselingi minum <i>ashir</i></font><i><font face="Verdana" size="1">10</font></i><font face="Verdana" size="2"> mangga yang sudah didinginkan  satu minggu di dalam kulkas atau makan buah semangka yang sudah dua hari  didinginkan. Masya Allah, alangkah segarnya. </font></p>
<p align="justify"><font face="Verdana" size="2">Kubuka pintu apartemen perlahan.  </font></p>
<p align="justify"><font face="Verdana" size="2">    Wuss! </font></p>
<p align="justify"><font face="Verdana" size="2">Angin sahara kembali menerpa wajahku.  Aku melangkah keluar lalu menuruni tangga satu per satu. Flat kami ada di  tingkat tiga. Gedung apartemen ini hanya enam tingkat dan tidak punya lift.  Sampai di halaman apartemen, jilatan panas matahari seakan menembus topi hitam  dan kopiah putih yang menempel di kepalaku. Seandainya tidak memakai kaca mata  hitam, sinarnya yang benderang akan terasa perih menyilaukan mata.</font></p>
<p align="justify"><font face="Verdana" size="2">Kulangkahkan kaki ke jalan.  </font></p>
<p align="justify"><font face="Verdana" size="2">    “Psst..psst&#8230;Fahri! Fahri!”  </font></p>
<p align="justify"><font face="Verdana" size="2">Kuhentikan langkah. Telingaku  menangkap ada suara memanggil-manggil namaku dari atas. Suara yang sudah  kukenal. Kupicingkan mataku mencari asal suara. Di tingkat empat. Tepat di atas  kamarku. Seorang gadis Mesir berwajah bersih membuka jendela kamarnya sambil  tersenyum. Matanya yang bening menatapku penuh binar. </font></p>
<p align="justify"><font face="Verdana" size="2">    “Hei Fahri, panas-panas begini  keluar, mau ke mana?” </font></p>
<p align="justify"><font face="Verdana" size="2">    “Shubra.” </font></p>
<p align="justify"><font face="Verdana" size="2">    “Talaqqi Al-Qur’an ya?”  </font></p>
<p align="justify"><font face="Verdana" size="2">Aku mengangguk. </font></p>
<p align="justify"><font face="Verdana" size="2">    “Pulangnya kapan?” </font></p>
<p align="justify"><font face="Verdana" size="2">    “Jam lima, insya Allah.”  </font></p>
<p align="justify"><font face="Verdana" size="2">    “Bisa nitip?” </font></p>
<p align="justify"><font face="Verdana" size="2">    “Nitip apa?” </font></p>
<p align="justify"><font face="Verdana" size="2">    “Belikan disket. Dua. Aku malas  sekali keluar.” </font></p>
<p align="justify"><font face="Verdana" size="2">    “Baik, insya Allah.” </font></p>
<p align="justify"><font face="Verdana" size="2">Aku membalikkan badan dan melangkah.  </font></p>
<p align="justify"><font face="Verdana" size="2">    “Fahri, <i>istanna  suwayya!</i></font><i><font face="Verdana" size="1">11</font></i><font face="Verdana" size="2">” </font></p>
<p align="justify"><font face="Verdana" size="2">    “Fi eh  <i>kaman?</i></font><i><font face="Verdana" size="1">12</font></i><font face="Verdana" size="2">” </font></p>
<p align="justify"><font face="Verdana" size="2">Aku urung melangkah. </font></p>
<p align="justify"><font face="Verdana" size="2">    “Uangnya.” </font></p>
<p align="justify"><font face="Verdana" size="2">    “Sudah, nanti saja, gampang.”  </font></p>
<p align="justify"><font face="Verdana" size="2">    “Syukran Fahri.” </font></p>
<p align="justify"><font face="Verdana" size="2">    “Afwan.” </font></p>
<p align="justify"><font face="Verdana" size="2">Aku cepat-cepat melangkah ke jalan  menuju masjid untuk shalat zhuhur. </font></p>
<p align="justify"><font face="Verdana" size="2">Panasnya bukan main. </font></p>
<p align="justify"><font face="Verdana" size="2">Gadis Mesir itu, namanya Maria. Ia  juga senang dipanggil Maryam. Dua nama yang menurutnya sama saja. Dia puteri  sulung Tuan Boutros Rafael Girgis. Berasal dari keluarga besar Girgis. Sebuah  keluarga Kristen Koptik yang sangat taat. Bisa dikatakan, keluarga Maria adalah  tetangga kami paling akrab. Ya, paling akrab. Flat atau rumah mereka berada  tepat di atas flat kami. Indahnya, mereka sangat sopan dan menghormati kami  mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di Al Azhar. </font></p>
<p align="justify"><font face="Verdana" size="2">Maria gadis yang unik. </font></p>
<p align="justify"><font face="Verdana" size="2">Ia seorang Kristen Koptik atau dalam  bahasa asli Mesirnya qibthi, namun ia suka pada Al-Qur’an. Ia bahkan hafal  beberapa surat Al-Qur’an. Di antaranya surat Maryam. Sebuah surat yang membuat  dirinya merasa bangga. Aku mengetahui hal itu pada suatu kesempatan berbincang  dengannya di dalam metro. </font></p>
<p align="justify"><font face="Verdana" size="2">Kami tak sengaja berjumpa. Ia pulang  kuliah dari Cairo University, sedangkan aku juga pulang kuliah dari Al Azhar  University. Kami duduk satu bangku. Suatu kebetulan. </font></p>
<p align="justify"><font face="Verdana" size="2">    “Hei namamu Fahri, iya ‘kan?”  </font></p>
<p align="justify"><font face="Verdana" size="2">    “Benar.” </font></p>
<p align="justify"><font face="Verdana" size="2">    “Kau pasti tahu namaku, iya  ‘kan?” </font></p>
<p align="justify"><font face="Verdana" size="2">    “Iya. Aku tahu. Namamu Maria.  Puteri Tuan Boutros Girgis.” </font></p>
<p align="justify"><font face="Verdana" size="2">    “Kau benar.” </font></p>
<p align="justify"><font face="Verdana" size="2">    “Apa bedanya Maria dengan  Maryam?” </font></p>
<p align="justify"><font face="Verdana" size="2">    “Maria atau Maryam sama saja.  Seperti David dengan Daud. Yang jelas namaku tertulis dalam kitab sucimu. Kitab  yang paling banyak dibaca umat manusia di dunia sepanjang sejarah. Bahkan jadi  nama sebuah surat. Surat kesembilan belas, yaitu surat Maryam. Hebat bukan?”  </font></p>
<p align="justify"><font face="Verdana" size="2">    “Hei, bagaimana kau mengatakan  Al-Qur’an adalah kitab suci paling banyak dibaca umat manusia sepanjang sejarah?  Dari mana kamu tahu itu?” selidikku penuh rasa kaget dan penasaran. </font></p>
<p align="justify"><font face="Verdana" size="2">    “Jangan kaget kalau aku berkata  begitu. Ini namanya objektif. Memang kenyataannya demikian. Charles Francis  Potter mengatakan seperti itu. Bahkan jujur kukatakan, ‘Al-Qur’an jauh lebih  dimuliakan dan dihargai daripada kitab suci lainnya. Ia lebih dihargai daripada  Perjanjian Baru dan Perjanjian Lama. </font></p>
<p align="justify"><font face="Verdana" size="2">Pendeta J. Shillidy dalam bukunya The  Lord Jesus in The Koran memberikan kesaksian seperti itu. Dan pada kenyataannya  tak ada buku atau kitab di dunia ini yang dibaca dan dihafal oleh jutaan manusia  setiap detik melebihi Al-Qur’an. Di Mesir saja ada sekitar sepuluh ribu Ma’had  Al Azhar. Siswanya ratusan ribu bahkan jutaan anak. Mereka semua sedang  menghafalkan Al-Qur’an. Karena mereka tak akan lulus dari Ma’had Al Azhar  kecuali harus hafal Al-Qur’an. Aku saja, yang seorang Koptik suka kok menghafal  Al-Qur’an. Bahasanya indah dan enak dilantunkan,” cerocosnya santai tanpa ada  keraguan. </font></p>
<p align="justify"><font face="Verdana" size="2">    “Kau juga suka menghafal  Al-Qur’an? Apa aku tidak salah dengar?”  heranku. </font></p>
<p align="justify"><font face="Verdana" size="2">    “Ada yang aneh?” </font></p>
<p align="justify"><font face="Verdana" size="2">Aku diam tidak menjawab. </font></p>
<p align="justify"><font face="Verdana" size="2">    “Aku hafal surat Maryam dan surat  Al-Maidah di luar kepala.” </font></p>
<p align="justify"><font face="Verdana" size="2">    “Benarkah?” </font></p>
<p align="justify"><font face="Verdana" size="2">    “Kau tidak percaya? Coba kau  simak baik-baik!” </font></p>
<p align="justify"><font face="Verdana" size="2">Maria lalu melantunkan surat Maryam  yang ia hafal. Anehnya ia terlebih dahulu membaca ta’awudz14 dan basmalah. Ia  tahu adab dan tata cara membaca Al-Qur’an. Jadilah perjalanan dari  <i>Mahattah</i></font><i><font face="Verdana" size="1">15</font></i><font face="Verdana" size="2"> Anwar Sadat Tahrir sampai Tura El-Esmen kuhabiskan untuk  menyimak seorang Maria membaca surat Maryam dari awal sampai akhir. Nyaris tak  ada satu huruf pun yang ia lupa. Bacaannya cukup baik meskipun tidak sebaik  mahasiswi Al Azhar. Dari Tura El-Esmen hingga Hadayek Helwan Maria mengajak  berbincang ke mana-mana. Aku tak menghiraukan tatapan orang-orang Mesir yang  heran aku akrab dengan Maria. </font></p>
<p align="justify"><font face="Verdana" size="2">Itulah Maria, gadis paling aneh yang  pernah kukenal. Meskipun aku sudah cukup banyak tahu tentang dirinya, baik  melalui ceritanya sendiri saat tak sengaja bertemu di metro, atau melalui cerita  ayahnya yang ramah. Tapi aku masih menganggapnya aneh. Bahkan misterius. Ia  gadis yang sangat cerdas. Nilai ujian akhir Sekolah Lanjutan Atasnya adalah  terbaik kedua tingkat nasional Mesir. Ia masuk Fakultas Komunikasi, Universitas  Cairo. Dan tiap tingkat selalu meraih predikat mumtaz atau cumlaude. Ia selalu  terbaik di fakultasnya. Ia pernah ditawari jadi reporter Ahram, koran terkemuka  di Mesir. Tapi ia tolak. Ia lebih memilih jadi penulis bebas. Ia memang gadis  Koptik yang aneh. Menurut pengakuannya sendiri, ia paling suka dengar suara  azan, tapi pergi ke gereja tidak pernah ia tinggalkan. Sekali lagi, ia memang  gadis Koptik yang aneh. Aku tidak tahu jalan pikirannya. </font></p>
<p align="justify"><font face="Verdana" size="2">Selama ini, aku hanya mendengar dari  bibirnya yang tipis itu hal-hal yang positif tentang Islam. Dalam hal etika  berbicara dan bergaul ia terkadang lebih Islami daripada gadis-gadis Mesir yang  mengaku muslimah. Jarang sekali kudengar ia tertawa cekikikan. Ia lebih suka  tersenyum saja. Pakaiannya longgar, sopan dan rapat. Selalu berlengan panjang  dengan bawahan panjang sampai tumit. </font></p>
<p align="justify"><font face="Verdana" size="2">Hanya saja, ia tidak memakai jilbab.  Tapi itu jauh lebih sopan ketimbang gadis gadis Mesir seusianya yang berpakaian  ketat dan bercelana ketat, dan tidak jarang bagian perutnya sedikit terbuka.  Padahal mereka banyak yang mengaku muslimah. Maria suka pada Al-Qur’an. Ia  sangat mengaguminya, meskipun ia tidak pernah mengaku muslimah. Penghormatannya  pada Al-Qur’an bahkan melebihi beberapa intelektual muslim. </font></p>
<p align="justify"><font face="Verdana" size="2">Ia pernah cerita, suatu kali ia ikut  diskusi tentang aspek kebahasaan Al- Qur’an di Fakultas Sastra Universitas  Cairo. Pemakalahnya adalah seorang doktor filsafat jebolan Sorbonne Perancis.  Maria merasa risih sekali dengan kepongahan doktor itu yang mengatakan Al-Qur’an  tidak sakral karena dilihat dari aspek kebahasaan ada ketidakberesan. Doktor itu  mencontohkan dalam Al-Qur’an ada rangkaian huruf yang tidak diketahui maknanya.  Yaitu, alif laam miim, alif laam ra, haa miim, yaa siin, thaaha nuun, kaf ha ya  ‘ain shaad, dan sejenisnya. </font></p>
<p align="justify"><font face="Verdana" size="2">Maria berkata padaku, </font></p>
<p align="justify"><font face="Verdana" size="2">    “Fahri, aku geli sekali mendengar  perkataan doktor dari Sorbonne itu. Dia itu orang Arab, juga muslim, tapi  bagaimana bisa mengatakan hal yang stupid begitu. Aku saja yang Koptik bisa  merasakan betapa indahnya Al-Qur’an dengan alif laam miim-nya. Kurasa rangkaian  huruf-huruf seperti alif laam miim, alif laam ra, haa miim, yaa siin, nuun, kaf  ha ya ‘ain shaad adalah rumus-rumus Tuhan yang dahsyat maknanya. Susah  diungkapkan maknanya, tapi keagungannya bisa ditangkap oleh mereka yang memiliki  cita rasa bahasa Arab yang tinggi. Jika susunan itu dianggap sebagai suatu  ketidakberesan, orang-orang kafir Quraisy yang sangat tidak suka pada Al-Qur’an  dan memusuhinya sejak dahulu tentu akan mengambil kesempatan adanya  ketidakberesan itu untuk menghancurkan Al-Qur’an. Dan tentu mereka sudah mencela  bahasa Al-Qur’an habis-habisan sepanjang sejarah. Namun kenyataannya, justru  sebaliknya. Mereka mengakui keindahan bahasanya yang luar biasa. Mereka  menganggap bahasa Al- Qur’an bukan bahasa manusia biasa tapi bahasa yang datang  dari langit. Jadi kukira doktor itu benar-benar stupid. Tidak semestinya seorang  doktor sekelas dia mengatakan hal seperti itu.” </font></p>
<p align="justify"><font face="Verdana" size="2">Aku lalu menjelaskan kepada Maria  segala hal berkaitan dengan alim laam miim dalam Al-Qur’an. Lengkap dengan  segala rahasia yang digali oleh para ulama dan ahli tafsir. Maknanya, hikmahnya,  dan pengaruhnya dalam jiwa. Juga kuterangkan bahwa pendapat Maria yang  mengatakan huruf-huruf itu tak lain adalah rumus-rumus Tuhan yang maha dahsyat  maknanya, dan hanya Tuhan yang tahu persis maknanya, ternyata merupakan pendapat  yang dicenderungi mayoritas ulama tafsir. Maria girang sekali mendengarnya.  </font></p>
<p align="justify"><font face="Verdana" size="2">    “Wah pendapat yang terlintas  begitu saja dalam benak kok bisa sama dengan pendapat mayoritas ulama tafsir  ya?” komentarnya sambil tersenyum bangga. </font></p>
<p align="justify"><font face="Verdana" size="2">Aku ikut tersenyum. </font></p>
<p align="justify"><font face="Verdana" size="2">Di dunia ini memang banyak sekali  rahasia Tuhan yang tidak bisa dimengerti oleh manusia lemah seperti diriku.  Termasuk kenapa ada gadis seperti Maria. Dan aku pun tidak merasa perlu untuk  bertanya padanya kenapa tidak mengikuti ajaran Al-Qur’an. Pertanyaan itu kurasa  sangat tidak tepat ditujukan pada gadis cerdas seperti Maria. Dia pasti punya  alasan atas pilihannya. Inilah yang membuatku menganggap Maria adalah gadis aneh  dan misterius. Di dunia ini banyak sekali hal-hal misterius. Masalah hidayah dan  iman adalah masalah misterius. Sebab hanya Allah saja yang berhak menentukan  siapa-siapa yang patut diberi hidayah. Abu Thalib adalah paman nabi yang  mati-matian membela dakwah nabi. Cinta nabi pada beliau sama dengan cinta nabi  pada ayah kandungnya sendiri. Tapi masalah hidayah hanya Allah yang berhak  menentukan. </font></p>
<p align="justify"><font face="Verdana" size="2">Nabi tidak bisa berbuat apa-apa atas  nasib sang paman yang amat dicintainya itu. Juga hidayah untuk Maria. Hanya  Allah yang berhak memberikannya. </font></p>
<p align="justify"><font face="Verdana" size="2">Mungkin, sejak azan berkumandang  Maria telah membuka daun jendela kayunya. Dari balik kaca ia melihat ke bawah,  menunggu aku keluar. Begitu aku tampak keluar menuju halaman apartemen, ia  membuka jendela kacanya, dan memanggil dengan suara setengah berbisik. Ia tahu  persis bahwa aku dua kali tiap dalam satu minggu keluar untuk talaqqi Al-Qur’an.  Tiap hari Ahad dan Rabu. </font></p>
<p align="justify"><font face="Verdana" size="2">Berangkat setelah azan zhuhur  berkumandang dan pulang habis Ashar. Dan ini hari Rabu. Seringkali ia titip  sesuatu padaku. Biasanya tidak terlalu merepotkan. </font></p>
<p align="justify"><font face="Verdana" size="2">Seperti titip membelikan disket,  memfotocopykan sesuatu, membelikan tinta print, dan sejenisnya yang mudah  kutunaikan. Banyak toko alat tulis, tempat foto copy dan toko perlengkapan  komputer di Hadayek Helwan. Jika tidak ada di sana, biasanya di Shubra El-Khaima  ada. </font></p>
<p align="justify"><font face="Verdana" size="2">Suhu udara benar-benar panas. Wajar  saja Maria malas keluar. Toko alat tulis yang juga menjual disket hanya berjarak  lima puluh meter dari apartemen. </font></p>
<p align="justify"><font face="Verdana" size="2">Namun ia lebih memilih titip dan  menunggu sampai aku pulang nanti. Ini memang puncak musim panas. Laporan cuaca  meramalkan akan berlangsung sampai minggu depan, rata-rata 39 sampai 41 derajat  celcius. Ini baru di Cairo. Di Mesir bagian selatan dan Sudan entah berapa  suhunya. Tentu lebih menggila. </font></p>
<p align="justify"><font face="Verdana" size="2">Ubun-ubunku terasa mendidih.  </font></p>
<p align="justify"><font face="Verdana" size="2">Panggilan  <i>iqamat</i></font><i><font face="Verdana" size="1">16</font></i><font face="Verdana" size="2"> terdengar bersahut-sahutan. Panggilan mulia itu sangat menentramkan  hati. Pintu-pintu meraih kebahagiaan dan kesejahteraan masih terbuka  lebar-lebar. Kupercepat langkah. Tiga puluh meter di depan adalah Masjid Al-Fath  Al-Islami. Masjid kesayangan. Masjid penuh kenangan tak terlupakan. </font></p>
<p align="justify"><font face="Verdana" size="2">Masjid tempat aku mencurahkan suka  dan deritaku selama belajar di sini. Tempat aku menitipkan rahasia kerinduanku  yang memuncak, tujuh tahun sudah aku berpisah dengan ayah ibu. Tempat aku  mengadu pada Yang Maha Pemberi rizki saat berada dalam keadaan kritis kehabisan  uang. Saat hutang pada teman-teman menumpuk dan belum terbayarkan. Saat uang  honor terjemahan terlambat datang. </font></p>
<p align="justify"><font face="Verdana" size="2">Tempat aku menata hati, merancang  strategi, mempertebal azam dan keteguhan jiwa dalam perjuangan panjang.  </font></p>
<p align="justify"><font face="Verdana" size="2">Begitu masuk masjid&#8230; </font></p>
<p align="justify"><font face="Verdana" size="2">    Wusss! </font></p>
<p align="justify"><font face="Verdana" size="2">Hembusan udara sejuk yang dipancarkan  lima AC dalam masjid menyambut ramah. Alhamdulillah. Nikmat rasanya jika sudah  berada di dalam masjid. Puluhan orang sudah berjajar rapi dalam shaf shalat  jamaah. Kuletakkan topi dan tas cangklongku di bawah tiang dekat aku berdiri di  barisan shaf kedua.</font></p>
<p align="justify"><font face="Verdana" size="2">Kedamaian menjalari seluruh syaraf  dan gelegak jiwa begitu kuangkat takbir.  Udara sejuk yang berhembus terasa  mengelus-elus leher dan mukaku. Juga mengusap keringat yang tadi mengalir deras.  Aku merasa tenteram dalam elusan  kasih sayang Tuhan Yang Maha Penyayang. Dia  terasa begitu dekat, lebih dekat dari urat leher, lebih dekat dari jantung yang  berdetak. </font></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/delss.wordpress.com/204/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/delss.wordpress.com/204/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/delss.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/delss.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/delss.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/delss.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/delss.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/delss.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/delss.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/delss.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/delss.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/delss.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/delss.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/delss.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/delss.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/delss.wordpress.com/204/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=delss.wordpress.com&amp;blog=2191013&amp;post=204&amp;subd=delss&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://delss.wordpress.com/2008/01/07/gadis-mesir-itu-bernama-maria/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/01226f05a33a5006fb45aaf0668444f2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">safarah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://delss.wordpress.com/2008/01/07/203/</link>
		<comments>http://delss.wordpress.com/2008/01/07/203/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Jan 2008 06:03:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>safarah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Novel Ayat² Cinta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://delss.wordpress.com/2008/01/07/203/</guid>
		<description><![CDATA[Ayat Ayat Cinta Novel Pembangun Jiwa &#160; Karya Habiburrahman Saerozi Alumnus Universitas Al Azhar, Cairo &#160;                                                                              Created by : Afdhalul Ulfa                                                                                Mahasiswa Universitas Al Azhar, Cairo<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=delss.wordpress.com&amp;blog=2191013&amp;post=203&amp;subd=delss&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><b><font face="Garamond"></font><font size="7">Ayat Ayat  Cinta<br />
</font></p>
<p></b></p>
<p align="center"><b><font face="Garamond">Novel Pembangun Jiwa<br />
</font></b>
</p>
<p align="center">&nbsp;</p>
<p align="center"><b><font face="Garamond">Karya<br />
Habiburrahman Saerozi<br />
Alumnus Universitas Al Azhar, Cairo</font></b>
</p>
<p align="center">&nbsp;</p>
<p align="center">                                                                             Created by : Afdhalul Ulfa</p>
<p align="center">                                                                               Mahasiswa Universitas Al Azhar, Cairo</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/delss.wordpress.com/203/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/delss.wordpress.com/203/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/delss.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/delss.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/delss.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/delss.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/delss.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/delss.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/delss.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/delss.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/delss.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/delss.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/delss.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/delss.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/delss.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/delss.wordpress.com/203/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=delss.wordpress.com&amp;blog=2191013&amp;post=203&amp;subd=delss&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://delss.wordpress.com/2008/01/07/203/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/01226f05a33a5006fb45aaf0668444f2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">safarah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>download video multiply</title>
		<link>http://delss.wordpress.com/2007/12/11/download-video-multiply/</link>
		<comments>http://delss.wordpress.com/2007/12/11/download-video-multiply/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Dec 2007 03:10:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>safarah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Internet]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://delss.wordpress.com/2007/12/11/download-video-multiply/</guid>
		<description><![CDATA[Bagi rekan-rekan yang ingin mendownload video yang undownloadable dari Multiply jangan pesimis dulu, ini ada salah satu site yang menawarkan jasa download video dari Multiply maupun Youtube,dengan catatan Anda harus menggunakan Internet Explorer sebagai browser. Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut: 1. Pastikan video yang ingin Anda download telah sepenuhnya didownload oleh komputer. 2. Setelah Anda selesai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=delss.wordpress.com&amp;blog=2191013&amp;post=199&amp;subd=delss&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bagi rekan-rekan yang ingin mendownload video yang undownloadable dari Multiply jangan pesimis dulu, ini ada salah satu site yang menawarkan jasa download video dari Multiply maupun Youtube,dengan catatan Anda harus menggunakan Internet Explorer sebagai browser.</p>
<p>Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut:<br />
1. Pastikan video yang ingin Anda download telah sepenuhnya didownload oleh komputer.<br />
2. Setelah Anda selesai memutar video tersebut, klik &#8216;Tools&#8217; pada browser.<br />
3. Pilih &#8216;Internet Options&#8217; kemudian klik &#8216;Settings&#8217; .<br />
4. Pilih &#8216;View File&#8217; dan cari file &#8220;flash&#8221; di bawah &#8216;Name&#8217;.<br />
5. Klik kanan pada file &#8220;flash&#8221; dan copy url-nya.<br />
6. Buka window baru dan paste url yang telah Anda copy pda kolom yang tersedia klik di<font size="3"><a href="http://www.vixy.net/">Sini</a></font><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';"><br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><!--[endif]--></span>7. Pilih &#8216;AVI for Windows&#8217; kemudian klik &#8216;Start&#8217;.<br />
8. Setelah file selesai dikonfersi ke *.avi, Anda akan mendapatkan konfirmasi untuk bisa mendownloadnya.</p>
<p>Semoga bermanfaat.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/delss.wordpress.com/199/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/delss.wordpress.com/199/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/delss.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/delss.wordpress.com/199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/delss.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/delss.wordpress.com/199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/delss.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/delss.wordpress.com/199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/delss.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/delss.wordpress.com/199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/delss.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/delss.wordpress.com/199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/delss.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/delss.wordpress.com/199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/delss.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/delss.wordpress.com/199/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=delss.wordpress.com&amp;blog=2191013&amp;post=199&amp;subd=delss&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://delss.wordpress.com/2007/12/11/download-video-multiply/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/01226f05a33a5006fb45aaf0668444f2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">safarah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jakarta undercover</title>
		<link>http://delss.wordpress.com/2007/12/07/jakarta-undercover/</link>
		<comments>http://delss.wordpress.com/2007/12/07/jakarta-undercover/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Dec 2007 12:59:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>safarah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Movie]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://delss.wordpress.com/2007/12/07/jakarta-undercover/</guid>
		<description><![CDATA[so enjoy CD1 hxxp://www.mediafire.com/?1mctynnmxol part 1 hxxp://www.mediafire.com/?bofyxwot20m part 2 hxxp://www.mediafire.com/?d92k32md9lo part 3 hxxp://www.mediafire.com/?2joiyyzzcby part 4 hxxp://www.mediafire.com/?emdvjmnxzyr part 5 CD2 hxxp://www.mediafire.com/?90o2nsf24un Part 1 hxxp://www.mediafire.com/?7mxylzg05un part 2 hxxp://www.mediafire.com/?ewjznxsbvmd Part 3 hxxp://www.mediafire.com/?0xb1lmmgt0g Part 4 hxxp://www.mediafire.com/?90jgv3w3ini Part 5<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=delss.wordpress.com&amp;blog=2191013&amp;post=198&amp;subd=delss&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>so enjoy</p>
<p>CD1</p>
<p><a href="//www.mediafire.com/?1mctynnmxol" target="_blank">hxxp://www.mediafire.com/?1mctynnmxol</a> part 1<br />
<a href="//www.mediafire.com/?bofyxwot20m" target="_blank">hxxp://www.mediafire.com/?bofyxwot20m</a> part 2<br />
<a href="//www.mediafire.com/?d92k32md9lo" target="_blank">hxxp://www.mediafire.com/?d92k32md9lo</a> part 3<br />
<a href="//www.mediafire.com/?2joiyyzzcby" target="_blank">hxxp://www.mediafire.com/?2joiyyzzcby</a> part 4<br />
<a href="//www.mediafire.com/?emdvjmnxzyr" target="_blank">hxxp://www.mediafire.com/?emdvjmnxzyr</a> part 5</p>
<p>CD2</p>
<p><a href="//www.mediafire.com/?90o2nsf24un" target="_blank">hxxp://www.mediafire.com/?90o2nsf24un</a> Part 1<br />
<a href="//www.mediafire.com/?7mxylzg05un" target="_blank">hxxp://www.mediafire.com/?7mxylzg05un</a> part 2<br />
<a href="//www.mediafire.com/?ewjznxsbvmd" target="_blank">hxxp://www.mediafire.com/?ewjznxsbvmd</a> Part 3<br />
<a href="//www.mediafire.com/?0xb1lmmgt0g" target="_blank">hxxp://www.mediafire.com/?0xb1lmmgt0g</a> Part 4<br />
<a href="//www.mediafire.com/?90jgv3w3ini" target="_blank">hxxp://www.mediafire.com/?90jgv3w3ini</a> Part 5</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/delss.wordpress.com/198/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/delss.wordpress.com/198/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/delss.wordpress.com/198/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/delss.wordpress.com/198/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/delss.wordpress.com/198/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/delss.wordpress.com/198/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/delss.wordpress.com/198/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/delss.wordpress.com/198/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/delss.wordpress.com/198/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/delss.wordpress.com/198/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/delss.wordpress.com/198/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/delss.wordpress.com/198/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/delss.wordpress.com/198/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/delss.wordpress.com/198/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/delss.wordpress.com/198/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/delss.wordpress.com/198/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=delss.wordpress.com&amp;blog=2191013&amp;post=198&amp;subd=delss&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://delss.wordpress.com/2007/12/07/jakarta-undercover/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/01226f05a33a5006fb45aaf0668444f2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">safarah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>The kingdom</title>
		<link>http://delss.wordpress.com/2007/12/07/the-kingdom/</link>
		<comments>http://delss.wordpress.com/2007/12/07/the-kingdom/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Dec 2007 12:53:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>safarah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Movie]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://delss.wordpress.com/2007/12/07/the-kingdom/</guid>
		<description><![CDATA[Jenis Ulasan: Film Isi Ulasan: Tayang : 22 November 2007 (Indonesia) Genre : Thriler, Aksi / Laga Pemain : Jamie Fox, Chris Cooper, Jenifer Garner, Jason Bateman, Jeremy Piven, Danny Huston, Richard Jenkins, Ashraf Barhoum, dan Ali Suliman Sutradara : Peter Berg Naskah : Matthew Michael Carnahan Website : http://www.thekingdommovie.com Studio : Universal Pictures Klasifikasi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=delss.wordpress.com&amp;blog=2191013&amp;post=197&amp;subd=delss&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="field field-type-content-taxonomy field-field-jenis-review">
<p class="field-label">Jenis Ulasan:</p>
<p class="field-items">
<p class="field-item">Film</p>
<p class="field-label">Isi Ulasan:</p>
<p class="MsoNormal"><img src="http://www.ruangfilm.com/__files/kingdom_Poster.jpg" align="left" /><strong>Tayang :</strong> 22 November 2007 (Indonesia)<br />
<strong>Genre : </strong>Thriler, Aksi / Laga<br />
<strong>Pemain :</strong> Jamie Fox, Chris Cooper, Jenifer Garner, Jason Bateman, Jeremy Piven, Danny Huston, Richard Jenkins, Ashraf Barhoum, dan Ali Suliman<br />
<strong>Sutradara :</strong> Peter Berg<br />
<strong>Naskah :</strong> Matthew Michael Carnahan<br />
<strong>Website :</strong> http://www.thekingdommovie.com<br />
<strong>Studio :</strong> Universal Pictures<br />
<strong>Klasifikasi Penonton :</strong> Dewasa
</p>
<p align="justify"><img src="http://www.ruangfilm.com/__files/kingdom_5.jpg" align="left" />Arab Saudi, negara penghasil minyak terbesar dunia, dan Amerika Serikat adalah konsumen minyak terbesar dunia. Dari situ ke dua negara ini berhubungan erat, namun tidak semua pihak dapat menerima kenyataan ini begitu saja. Pemerintah dan masyarakat tentu punya pandangan masing-masing.</p>
<p align="justify"><img src="http://www.ruangfilm.com/__files/kingdom_4.jpg" align="left" />Benturan kepentingan dan budaya antara Barat dan Timur adalah ciri khas  film ini. Sutradara <strong>Peter Berg</strong> membuat latar belakang film ini dengan sangat apik. Bayangkan, ketika seorang agen wanita Amerika harus mendapatkan kesulitan dalam melakukan penyelidikan mayat seorang muslim. Adegan <em>action</em> yang dikemas dalam konflik kepentingan dan disisipi beberapa bagian yang diambil dari realitas sosial yang terjadi membuat film ini patut mendapat acungan jempol.</p>
<p align="justify"><img src="http://www.ruangfilm.com/__files/kingdom_3.jpg" align="left" />Konflik yang coba diangkat oleh <strong>Matthew Michael Carnahan</strong>, dapat membuat penonton menjadi tegang dan terus berpikir akan makna yang coba disampaikan. Perpaduan akting Jamie Fox dan rekan-rekan sebagai orang Amerika yang coba beradaptasi dengan budaya timur sangat mempesona dan berkualitas, begitu pula dengan Asraf Barhoum dan Ali Suliman sebagai polisi Arab yang terjebak dalam dua kepentingan yang berhadapan, membela keyakinan yang dianut oleh sebagian warganya atau membantu rekan-rekan Amerika-nya.</p>
<p align="justify"><img src="http://www.ruangfilm.com/__files/kingdom_2.jpg" align="left" />Dikisahkan, bahwa agen khusus FBI, <strong>Ronald Fleury</strong> (diperankan dengan lugas oleh aktor peraih oscar, <strong>Jamie Fox</strong>), berniat untuk menyelidiki tragedi peledakan di daerah pemukiman warga Amerika, Riyadh, dan Arab Saudi. Ratusan orang tewas oleh bom bunuh diri, rentetan tembakan dan bom mobil yang berdaya ledak tinggi. Fleury membentuk tim khusus (<strong>Chris Cooper, Jenifer Garner, Jason Bateman</strong>) yang akhirnya berangkat ke lokasi kejadian atas izin pangeran Arab. Disana agen Amerika ini bekerjasama dengan Kolonel <strong>Al-Ghazi (Ashraf Barhoum</strong>, penampilan yang baik dan meyakinkan), dari kepolisian setempat yang ditugaskan menjaga keselamatan mereka selama berada di Arab Saudi, untuk dapat menangkap pelaku pemboman. Kendala-kendala yang dihadapi mereka, seperti masalah kewenangan, adat istiadat masyarakat dan birokrasi yang berbelit-belit, hal yang sama kita temukan di negeri sendiri.</p>
<p><img src="http://www.ruangfilm.com/__files/kingdom_1.jpg" align="left" />Penggambaran secara detil atas tiap kejadian yang menjadi kelebihan film ini, memang sedikit merekonstruksi sebuah pemikiran satu sisi yang sangat berbau Amerika dengan kebijakan anti terorisme-nya, namun sebagai sebuah hiburan <em>The Kingdom</em> sangat mewakili keseriusan pembuatnya.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/delss.wordpress.com/197/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/delss.wordpress.com/197/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/delss.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/delss.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/delss.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/delss.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/delss.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/delss.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/delss.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/delss.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/delss.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/delss.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/delss.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/delss.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/delss.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/delss.wordpress.com/197/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=delss.wordpress.com&amp;blog=2191013&amp;post=197&amp;subd=delss&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://delss.wordpress.com/2007/12/07/the-kingdom/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/01226f05a33a5006fb45aaf0668444f2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">safarah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.ruangfilm.com/__files/kingdom_Poster.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.ruangfilm.com/__files/kingdom_5.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.ruangfilm.com/__files/kingdom_4.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.ruangfilm.com/__files/kingdom_3.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.ruangfilm.com/__files/kingdom_2.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.ruangfilm.com/__files/kingdom_1.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Hitman</title>
		<link>http://delss.wordpress.com/2007/12/07/hitman/</link>
		<comments>http://delss.wordpress.com/2007/12/07/hitman/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Dec 2007 12:47:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>safarah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Movie]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://delss.wordpress.com/2007/12/07/hitman/</guid>
		<description><![CDATA[GENRE : Aksi/Laga PEMAIN : Timothy Olyphant, Dougray Scott, Robert Knepper SUTRADARA : Xavier Gens PENULIS NASKAH : Skip Woods PRODUSER : Luc Besson, Chuck Gordon RUMAH PRODUKSI : 20th Century Fox DURASI : 95 Menit KLASIFIKASI PENONTON : Dewasa (18+) TANGGAL RILIS : November 2007 SINOPSIS : Agent 47 (Timothy Olyphant) telah melewati masa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=delss.wordpress.com&amp;blog=2191013&amp;post=196&amp;subd=delss&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table>
<tr>
<td><img src="http://www.ruangfilm.com/__files/hitman_kcl.jpg" style="padding-right:10px;" /></td>
<td>
<table>
<tr>
<td class="kitem"><strong>GENRE :</strong></td>
<td>Aksi/Laga</td>
</tr>
<tr>
<td class="kitem"><strong>PEMAIN :</strong></td>
<td>Timothy Olyphant, Dougray Scott, Robert Knepper</td>
</tr>
<tr>
<td class="kitem"><strong>SUTRADARA :</strong></td>
<td>Xavier Gens</td>
</tr>
<tr>
<td class="kitem"><strong>PENULIS NASKAH :</strong></td>
<td>Skip Woods</td>
</tr>
<tr>
<td class="kitem"><strong>PRODUSER :</strong></td>
<td>Luc Besson, Chuck Gordon</td>
</tr>
<tr>
<td class="kitem"><strong>RUMAH PRODUKSI :</strong></td>
<td>20th Century Fox</td>
</tr>
<tr>
<td class="kitem"><strong>DURASI :</strong></td>
<td>95 Menit</td>
</tr>
<tr>
<td class="kitem"><strong>KLASIFIKASI PENONTON :</strong></td>
<td>Dewasa (18+)</td>
</tr>
<tr>
<td class="kitem"><strong>TANGGAL RILIS :</strong></td>
<td>November 2007</td>
</tr>
</table>
</td>
</tr>
</table>
<p>        <strong>SINOPSIS :</strong></p>
<p align="justify">Agent 47 (Timothy Olyphant) telah melewati masa pendidikan untuk menjadi seorang pembunuh bayaran professional. Keberanian dan dedikasinya yang tinggi merupakan kekuatannya dalam bekerja. Kode 47 juga merupakan dua digit terakhir dari tato barcode yang ada di tengkuknya.</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">Pemburu menjadi buruan saat 47 tertangkap berbarengan dengan pergantian kekuasaan politik. Interpol dan militer Rusia mengejar Hitman sampai ke Eropa Timur saat ia mencoba untuk mencari tahu siapa yang menjebaknya dan mengapa mereka mencoba mengeluarkannya dari permainan tersebut. Tetapi, ancaman yang paling besar bagi hidup 47 datang dari rasa simpati dan emosi yang tidak biasa dari hasutan seorang gadis cantik dan berbahaya…</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p><strong>WEBSITE :</strong><br />
<a href="http://www.hitmanmovie.com/" target="_blank">http://www.hitmanmovie.com/</a></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/delss.wordpress.com/196/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/delss.wordpress.com/196/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/delss.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/delss.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/delss.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/delss.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/delss.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/delss.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/delss.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/delss.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/delss.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/delss.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/delss.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/delss.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/delss.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/delss.wordpress.com/196/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=delss.wordpress.com&amp;blog=2191013&amp;post=196&amp;subd=delss&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://delss.wordpress.com/2007/12/07/hitman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/01226f05a33a5006fb45aaf0668444f2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">safarah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.ruangfilm.com/__files/hitman_kcl.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Tentang cinta</title>
		<link>http://delss.wordpress.com/2007/12/07/tentang-cinta/</link>
		<comments>http://delss.wordpress.com/2007/12/07/tentang-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Dec 2007 12:32:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>safarah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Movie]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://delss.wordpress.com/2007/12/07/tentang-cinta/</guid>
		<description><![CDATA[GENRE : Drama PEMAIN : Vino G. Sebastian, Slamet Rahardjo, Fedi Nuril, Sheila Marcia Joseph SUTRADARA : Soni Gaokasak PENULIS NASKAH : - PRODUSER : Chand Parwez Servia RUMAH PRODUKSI : Starvision DURASI : - KLASIFIKASI PENONTON : 13 Tahun Keatas (13+) TANGGAL RILIS : 8 November 2007 SINOPSIS : Bagi Sheren (Sheila Marcia Joseph), [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=delss.wordpress.com&amp;blog=2191013&amp;post=195&amp;subd=delss&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table>
<tr>
<td><img src="http://www.ruangfilm.com/__files/tentang_cinta_kcl.jpg" style="padding-right:10px;" /></td>
<td>
<table>
<tr>
<td class="kitem"><strong>GENRE :</strong></td>
<td>Drama</td>
</tr>
<tr>
<td class="kitem"><strong>PEMAIN :</strong></td>
<td>Vino G. Sebastian, Slamet Rahardjo, Fedi Nuril, Sheila Marcia Joseph</td>
</tr>
<tr>
<td class="kitem"><strong>SUTRADARA :</strong></td>
<td>Soni Gaokasak</td>
</tr>
<tr>
<td class="kitem"><strong>PENULIS NASKAH :</strong></td>
<td>-</td>
</tr>
<tr>
<td class="kitem"><strong>PRODUSER :</strong></td>
<td>Chand Parwez Servia</td>
</tr>
<tr>
<td class="kitem"><strong>RUMAH PRODUKSI :</strong></td>
<td>Starvision</td>
</tr>
<tr>
<td class="kitem"><strong>DURASI :</strong></td>
<td>-</td>
</tr>
<tr>
<td class="kitem"><strong>KLASIFIKASI PENONTON :</strong></td>
<td>13 Tahun Keatas (13+)</td>
</tr>
<tr>
<td class="kitem"><strong>TANGGAL RILIS :</strong></td>
<td>8 November 2007</td>
</tr>
</table>
</td>
</tr>
</table>
<p>        <strong>SINOPSIS :</strong></p>
<p align="justify">Bagi Sheren (Sheila Marcia Joseph), Ray (Fedi Nuril) adalah segala-segalanya. Dia adalah nafas bagi Sheren, belahan jiwa Sheren. Ketika Ray divonis menderita kanker otak, Sheren tetap setia berada di sampingnya. Bahkan, ketika kondisi Ray semakin kritis, Sheren berkeras melangsungkan pertunangannya dengan Ray. Ketika Ray menghembuskan nafas terakhir, Sheren merasa separuh jiwanya terbang bersama Ray.</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">Sejak kepergian Ray, Sheren berubah. Dia pergi meninggalkan semuanya. Rumah, teman-temannya, dan menyepi ke sebuah daerah sepi agar bisa menangisi Ray tiap hari. Tak diduga, dia bertemu Evan (Vino G. Bastian), seorang cowok berbeda 180 derajat dari Ray. Ray sangat sabar dan penyayang sementara Evan sinis dan berandal. Pertengkaran awal Sheren dan Evan membuat mereka kemudian menjadi musuh bebuyutan.</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">Ketika ulang tahun Sheren tiba, secara tak terduga Sheren mendapat kado dari Ray, sebuah diary tebal yang halamannya sudah terisi oleh tulisan Ray. Sheren jadi punya kesibukan baru, membaca diary-nya berisi tulisan Ray yang seolah mampu membuatnya tertawa lagi, seakan Ray masih bersamanya.</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">Suatu hari, buku tersebut jatuh ke tangan Evan. Setelah baca buku itu, Evan jatuh hati kepada Sheren. Sheren awalnya marah karena Evan menulis sesuatu di bukunya. Tapi, sebaris tulisan itu membuat Sheren tahu, bahwa Evan memahami soal cinta. Mereka menjadi akrab dan berujung saling jatuh cinta. Sekali lagi dalam kehidupannya, Sheren menemukan lagi cinta yang mampu membuatnya bersemangat dan bangkit kembali. Separuh nafasnya yang terbang bersama Ray telah dibawa kembali oleh Evan.</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">Namun, kebahagiaan mereka terusik dengan kehadiran Audy (Hayria Faturrahman), mantan tunangan Evan yang tak sengaja bertemu dengan Evan. Audy yang ternyata tak pernah meninggalkan Evan demi pria lain, dan Audy yang masih masih mencintai Evan dengan sepenuh hatinya. Hati Evan terbelah, dia mencintai Audy tapi dia juga mencintai Sheren. Audy sangat membutuhkan Evan tapi Evan tak ingin hati Sheren hancur sekali lagi. Evan bingung dan bimbang. Dia mencintai keduanya. Tapi dia tak mungkin memiliki keduanya. Hidup memang kadang tak adil, dan cinta adalah sebuah pilihan yang sulit.</p>
<p><strong>WEBSITE :</strong><br />
<a href="http://www.starvisionplus.com/movie_detail.php?arc_id=108" target="_blank">http://www.starvisionplus.com/movie_detail.php?arc_id=108</a></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/delss.wordpress.com/195/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/delss.wordpress.com/195/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/delss.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/delss.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/delss.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/delss.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/delss.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/delss.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/delss.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/delss.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/delss.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/delss.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/delss.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/delss.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/delss.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/delss.wordpress.com/195/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=delss.wordpress.com&amp;blog=2191013&amp;post=195&amp;subd=delss&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://delss.wordpress.com/2007/12/07/tentang-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/01226f05a33a5006fb45aaf0668444f2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">safarah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.ruangfilm.com/__files/tentang_cinta_kcl.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Ayat² cinta</title>
		<link>http://delss.wordpress.com/2007/12/07/ayat%c2%b2-cinta/</link>
		<comments>http://delss.wordpress.com/2007/12/07/ayat%c2%b2-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Dec 2007 12:20:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>safarah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Movie]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://delss.wordpress.com/2007/12/07/ayat%c2%b2-cinta/</guid>
		<description><![CDATA[GENRE : Drama Religius Roman/Percintaan PEMAIN : Fedi Nuril, Rianti Cartwright, Sazkia Mecca, Melanie Putri, Carrisa Putri, Surya Saputra, Oka Antara SUTRADARA : Hanung Bramantyo PENULIS NASKAH : Salman Aristo &#38; Ginatri S. Noer dari Novel Karya Habiburrahman El Shirazy PRODUSER : Manooj Punjabi RUMAH PRODUKSI : MD Pictures DURASI : - KLASIFIKASI PENONTON : [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=delss.wordpress.com&amp;blog=2191013&amp;post=194&amp;subd=delss&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table>
<tr>
<td><img src="http://www.ruangfilm.com/__files/COVER-AYAT_AYAT-CINTA_kcl.jpg" style="padding-right:10px;" /></td>
<td>
<table>
<tr>
<td class="kitem"><strong>GENRE :</strong></td>
<td>Drama Religius Roman/Percintaan</td>
</tr>
<tr>
<td class="kitem"><strong>PEMAIN :</strong></td>
<td>Fedi Nuril, Rianti Cartwright, Sazkia Mecca, Melanie Putri, Carrisa Putri, Surya Saputra, Oka Antara</td>
</tr>
<tr>
<td class="kitem"><strong>SUTRADARA :</strong></td>
<td>Hanung Bramantyo</td>
</tr>
<tr>
<td class="kitem"><strong>PENULIS NASKAH :</strong></td>
<td>Salman Aristo &amp; Ginatri S. Noer dari Novel Karya Habiburrahman El Shirazy</td>
</tr>
<tr>
<td class="kitem"><strong>PRODUSER :</strong></td>
<td>Manooj Punjabi</td>
</tr>
<tr>
<td class="kitem"><strong>RUMAH PRODUKSI :</strong></td>
<td>MD Pictures</td>
</tr>
<tr>
<td class="kitem"><strong>DURASI :</strong></td>
<td>-</td>
</tr>
<tr>
<td class="kitem"><strong>KLASIFIKASI PENONTON :</strong></td>
<td>13 Tahun Keatas (13+)</td>
</tr>
<tr>
<td class="kitem"><strong>TANGGAL RILIS :</strong></td>
<td>19 Desember 2007</td>
</tr>
</table>
</td>
</tr>
</table>
<p><strong>SINOPSIS :</strong></p>
<p align="justify">Fahri bin Abdillah (Fedi Nuril) adalah seorang mahasiswa S2 di universitas Al-Azhar Cairo, Mesir. Selama ini perempuan yang dikenal dekat olehnya hanya ibu dan neneknya. Fahri memang sempat naksir seorang perempuan di sekolahnya namun apalah arti cinta monyet yang dipengaruhi oleh hormon testoteron seorang remaja puber?</p>
<p align="justify">Menikah. Fahri memang ingin menikah dengan perempuan shalehah agar menyempurnakan setengah agamanya. Namun untuk mencari bidadari itu Fahri belum sempat. Hidup Fahri penuh dengan target. Keluarganya telah mengorbankan nyaris segalanya agar dia bisa mendapatkan pendidikan yang baik. Biaya untuk kuliah di Al-Azhar Mesir didapat dari hasil menjual sawah warisan dari kakeknya. Untuk itu Fahri membuat peta hidup: 2 tahun selesai master, 4 tahun selesai doktor dan 4 tahun selanjutnya menjadi guru besar. Menikah ketika dia menulis tesis magister. Berarti sekitar waktunya semakin dekat&#8230;&#8230; tapi siapa perempuan beruntung itu?</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">Ada cerita tentang Maria Girgis (Carissa Putri) seorang Kristen Koptik yang berprilaku amat Islami, senang membaca Al-Quran bahkan hafal surat Maryam dan Al-Maidah. Lalu ada Nurul (Melanie Putri), seorang mahasiswi Indonesia di Al-Azhar juga. Pintar, baik hati, cantik, sibuk menjadi ketua Wihdah namun masih mau mengajar anak-anak membaca Al-Quran, terlebih lagi putri tunggal seorang pengasuh pesantren besar di Jawa Timur. Nurul diam-diam mencintai Fahri. Namun tak pernah punya keberanian untuk mengatakan atau memberi sinyal kepada Fahri.</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">Kemudian Noura (Sazkia Mecca), tetangga depan flat Fahri, adalah seorang perempuan cantik yang mengalami kekerasan dalam rumahnya oleh ayahnya: Bahadur. Sejak Fahri menolongnya keluar dari rumah itu dengan bantuan Maria dan Nurul, Noura pun jatuh cinta dan mengirimkan surat cinta kepadanya.</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">Tapi&#8230; masih ada lagi.</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">Fahri mengenal gadis terakhir ini di metro. Fahri menolongnya dari amukan warga Mesir karena gadis bercadar ini tak tega dan memberikan kursinya kepada seorang ibu warga Amerika yang kepanasan. Sedangkan penumpang yang lain menganggap kalau sekarang waktunya mereka memberikan pelajaran bagi turis Amerika itu atas apa yang dilakukan oleh negaranya.</p>
<p align="justify">Dan siapakah perempuan itu? Bagaimana dengan perempuan-perempuan lain yang menaruh hati pada Fahri? Bagaimana dengan akhir cerita cinta yang religius ini&#8230;.??? <strong>(Courtesy of RuangFilm)</strong></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p><strong>WEBSITE :</strong><br />
<a href="http://www.mdpictures.net/index2.html" target="_blank">http://www.mdpictures.net/index2.html</a></p>
<p><strong>REKOMENDASI :</strong></p>
<p align="justify">Novel <em>Ayat-Ayat Cinta</em> karya <strong>Habiburrahman El Shirazy</strong> ini merupakan novel fenomenal. menjadi <em>best seller </em>dan kisahnya menginspirasi banyak remaja muslim. Keputusan <strong>MD Pictures</strong> untuk mengangkatnya kelayar lebar dan menginterpretasikan cerita dalam novel untuk konsumsi masyarakat umum membuahkan pertanyaan besar yang akan terjawab pada 19 Desember nanti, akankah memuaskan para penonton yang sudah membaca novelnya atau malah gagal menjadi sebuah film adaptasi? dan bagaimana dengan penonton yang belum pernah membaca novelnya, akankah memberikan pengalaman yang berbeda ?</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/delss.wordpress.com/194/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/delss.wordpress.com/194/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/delss.wordpress.com/194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/delss.wordpress.com/194/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/delss.wordpress.com/194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/delss.wordpress.com/194/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/delss.wordpress.com/194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/delss.wordpress.com/194/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/delss.wordpress.com/194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/delss.wordpress.com/194/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/delss.wordpress.com/194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/delss.wordpress.com/194/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/delss.wordpress.com/194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/delss.wordpress.com/194/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/delss.wordpress.com/194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/delss.wordpress.com/194/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=delss.wordpress.com&amp;blog=2191013&amp;post=194&amp;subd=delss&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://delss.wordpress.com/2007/12/07/ayat%c2%b2-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/01226f05a33a5006fb45aaf0668444f2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">safarah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.ruangfilm.com/__files/COVER-AYAT_AYAT-CINTA_kcl.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Saat-Saat Terkabulnya Doa</title>
		<link>http://delss.wordpress.com/2007/11/30/saat-saat-terkabulnya-doa/</link>
		<comments>http://delss.wordpress.com/2007/11/30/saat-saat-terkabulnya-doa/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Nov 2007 03:48:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>safarah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Do'a]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://delss.wordpress.com/2007/11/30/saat-saat-terkabulnya-doa/</guid>
		<description><![CDATA[Berdoa dianjurkan kapan saja. Tetapi ada saat-saat istimewa. Kapan? 1. Waktu sepertiga malam terakhir saat orang lain terlelap dalam tidurnya. Allah SWT berfirman: &#8220;&#8230;Mereka (para muttaqin) sedikit sekali tidur di waktu malam, dan di akhir malam, mereka memohon ampun (kepada Allah).&#8221;(QS. Adz-Dzariyat: 18-19). Rasulullah SAW bersabda: &#8220;Rabb (Tuhan) kita turun di setiap malam ke langit [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=delss.wordpress.com&amp;blog=2191013&amp;post=193&amp;subd=delss&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">  Berdoa dianjurkan kapan saja. Tetapi ada saat-saat istimewa. Kapan?</p>
<p align="justify"> 1. Waktu sepertiga malam terakhir saat orang lain terlelap dalam tidurnya.  Allah SWT berfirman:<br />
&#8220;&#8230;Mereka (para muttaqin) sedikit sekali tidur di waktu malam, dan di akhir  malam, mereka memohon ampun (kepada Allah).&#8221;(QS. Adz-Dzariyat: 18-19).</p>
<p align="justify"> Rasulullah SAW bersabda:<br />
&#8220;Rabb (Tuhan) kita turun di setiap malam ke langit yang terendah, yaitu saat  sepertiga malam terakhir, maka Dia berfirman : Siapa yang berdoa kepadaKu  maka Aku kabulkan, siapa yang meminta kepadaKu maka Aku berikan kepadanya,  dan siapa yang meminta ampun kepadaKu maka Aku ampunkan untuknya&#8221;. (HR.  Al-Bukhari no. 1145, 6321 dan Muslim no. 758).</p>
<p align="justify"> Dan Amr bin Ibnu Abasah mendengar Nabi  SAW bersabda:<br />
&#8220;Tempat yang paling mendekatkan seorang hamba dengan Tuhannya adalah saat  ia dalam sujudnya dan jika ia bangun melaksanakan shalat pada sepertiga  malam yang akhir. Karena itu, jika kamu mampu menjadi orang yang berdzikir  kepada Allah pada saat itu maka jadilah.&#8221; (HR. At-Tirmidzi, Ahmad dan  di-shahih-kan oleh At-Tirmidzi, Al-Hakim, Adz-Dzahabi, dan Al-Albani).
</p>
<p align="justify"> 2. Waktu antara adzan dan iqamah, saat menunggu shalat berjama&#8217;ah.  Sayangnya waktu mustajab ini sering disalahgunakan sebagian umat Islam yang  kurang mengerti sunnah atau oleh orang yang kurang menghargai sunnah,  sehingga diisi dengan hal-hal yang tidak baik dan tidak dianjurkan Islam,  membicarakan urusan dunia, atau hal-hal lain yang tidak bernilai ibadah.</p>
<p align="justify"> Hal-hal semacam ini sangat merugikan pelakunya karena tidak mengikuti sunnah  Nabi SAW dengan sempurna.</p>
<p align="justify"> Ketentuan waktu ini berdasarkan hadits Anas bin Malik RA,  bahwasanya Rasulullah SAW bersabda:<br />
&#8220;Doa itu tidak ditolak antara adzan dan iqamah, maka berdoalah!&#8221; (HR. Ahmad  dan Ibnu Hibban, shahih menurut Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan menurut  Al-Arnauth dalam Jami&#8217;ul Ushul).
</p>
<p align="justify"> Juga berdasarkan hadits Abdullah bin Amr Ibnul Ash RA, bahwa  ada seorang laki-laki berkata: &#8220;Wahai Rasulullah, sesungguhnya para muadzin  itu telah mengungguli kita&#8221;, maka Rasulullah SAW  bersabda: &#8220;Ucap-kanlah seperti apa yang diucapkan oleh para muadzin itu dan  jika kamu selesai (menjawab), maka memohonlah, kamu pasti diberi.&#8221; (HR. Abu  Dawud dan Ibnu Hibban, di-hasan-kan oleh Al-Arnauth dan Al-Albani).</p>
<p align="justify"> 3. Pada waktu sujud. Yaitu sujud dalam shalat atau sujud-sujud lain yang diajarkan Islam. Seperti  sujud syukur, sujud tilawah dan sujud sahwi.   Dalilnya adalah hadits Abu Hurairah RA, bahwasanya Rasulullah  SAW bersabda:<br />
&#8220;Keberadaan hamba yang paling dekat dengan Tuhannya adalah ketika ia dalam  keadaan sujud, maka perbanyaklah doa.&#8221; (HR. Muslim).</p>
<p align="justify"> Dan hadits Ibnu Abbas RA, ia berkata : &#8220;Rasulullah  SAW membuka tabir (ketika beliau sakit), sementara  orang-orang sedang berbaris (shalat) di belakang Abu Bakar RA,  maka Rasulullah SAW bersabda:<br />
&#8220;Wahai sekalian manusia, sesungguhnya tidak tersisa dari mubasysyirat  nubuwwah (kabar gembira lewat kenabian) kecuali mimpi bagus yang dilihat  oleh seorang muslim atau diperlihatkan untuknya. Ingatlah bahwasanya aku  dilarang untuk membaca Al-Qur&#8217;an ketika ruku&#8217; atau ketika sujud. Adapun di  dalam ruku&#8217;, maka agungkanlah Allah dan adapun di dalam sujud, maka  giat-giatlah berdoa, sebab (hal itu) pantas dikabulkan bagi kalian.&#8221; (HR.  Muslim).</p>
<p align="justify"> 4. Setelah shalat fardlu. Yaitu setelah melaksanakan shalat-shalat wajib  yang lima waktu, termasuk sehabis shalat Jum&#8217;at. Allah berfirman:<br />
&#8220;Dan bertasbihlah kamu kepada-Nya di malam hari dan selesai shalat.&#8221; (QS.  Qaaf: 40).
</p>
<p align="justify"> Juga berdasarkan hadits Umamah Al-Bahili, ia berkata : &#8220;Rasulullah  SAW ditanya tentang doa apa yang paling didengar  (oleh Allah), maka beliau bersabda:  &#8220;Tengah malam terakhir dan setelah shalat-shalat yang diwajibkan.&#8221; (HR.  At-Tirmidzi, ia berkata: hadist ini hasan).</p>
<p align="justify"> Karena itu Imam Syafi&#8217;i dan para pengikutnya berkata, dianjurkan bagi imam  dan makmumnya serta orang-orang yang shalat sendirian memper-banyak dzkir,  wirid dan doa setelah selesai shalat fardhu. Dan dianjurkan membaca dengan  pelan, kecuali jika makmum belum mengerti maka imam boleh mengeraskan agar  makmum menirukan. Setelah mereka mengerti, maka semua kembali pada hukum  semula yaitu sirri (samar-samar). (Syarh Muhadzdzab, III/487).</p>
<p align="justify"> 5. Pada waktu-waktu khusus, tetapi tidak diketahui dengan pasti  batasan-batasannya. yaitu sesaat di setiap malam dan sesaat setiap hari  Jum&#8217;at. Hal ini berdasarkan hadist Jabir RA, ia berkata: Saya  mendengar Rasulullah SAW bersabda:<br />
&#8220;Sesungguhnya di malam hari ada satu saat (yang mustajab), tidak ada seorang  muslim pun yang bertepatan pada waktu itu meminta kepada Allah kebaikan  urusan dunia dan akhirat melainkan Allah pasti memberi kepadanya.&#8221; (HR.  Muslim).</p>
<p align="justify"> Hadits Abu Hurairah RA, bahwa Rasulullah SAW pernah menyebut hari Jum&#8217;at, beliau bersabda:<br />
&#8220;Di dalamnya ada satu saat (yang mustajab) tidaklah seorang hamba muslim  yang kebetulan waktu itu sedang mendirikan shalat (atau menunggu shalat) dan  memohon kepada Allah sesuatu (hajat) melain-kan Allah pasti mengabulkan  permo-honannya.&#8221; dan Nabi mengisyaratkan dengan tangannya akan sedikitnya  saat mustajab itu. (HR. Al-Bukhari).
</p>
<p align="justify"> Di dalam hadist Muslim dan Abu Dawud dijelaskan:  &#8220;Yaitu waktu antara duduknya imam (khatib) sampai selesainya shalat  (Jum&#8217;at)&#8221;. Inilah riwayat yang paling shahih dalam hal ini. Sedangkan dalam  hadist Abu Dawud yang lain Nabi memerintahkan agar kita mencarinya di akhir  waktu Ashar.</p>
<p align="justify"> An-Nawawi rahimmahullah menjelaskan bahwa para ulama berselisih dalam  menentukan saat ijabah ini menjadi sebelas pendapat. Yang benar-benar saat  ijabah adalah di antara mulai naiknya khatib ke atas mimbar sampai  selesainya imam dari shalat Jum&#8217;at. Hal ini berdasarkan hadist yang sangat  jelas dalam riwayat Muslim di atas.</p>
<p align="justify"> Imam An-Nawawi rahimmahullah melanjutkan: &#8220;Adapun hadist yang berbunyi:  &#8216;Carilah saat itu pada akhir sesudah Ashar&#8217; (HR. Abu Dawud dan An-Nasa&#8217;i  dengan sanad shahih), maka hal ini memberi kemungkinan bahwa saat ijabah itu  bisa berpindah-pindah, kadang-kadang di saat ini, kadang-kadang di saat itu  seperti halnya lailatul qadar.&#8221;</p>
<p align="justify"> Imam Ahmad rahimmahullah berkata: &#8220;Kebanyakan ahli hadits menyatakan saat  itu adalah setelah Ashar dan diharapkan setelah tergelincirnya matahari.&#8221;   Lain dengan Ibnu Qayyim. Beliau menjadikannya sebagai dua waktu ijabah yang  berlainan. Dalam Kitab Al-Jawabul Kafi beliau berkata:</p>
<p align="justify"> &#8220;(Pertama), jika doa itu disertai dengan hadirnya kalbu dan totalitasnya  dalam berkonsentrasi terhadap apa yang diminta, dan bertepatan dengan salah  satu dari waktu-waktu ijabah yang enam itu, yaitu :</p>
<ol>
<li>Sepertiga akhir dari waktu malam.</li>
<li>Ketika adzan.</li>
<li>Waktu antara adzan dan iqamah.</li>
<li>Setelah shalat-shalat fardlu.</li>
<li>Ketika imam naik ke atas mimbar pada hari Jum&#8217;at sampai selesainya  shalat Jum&#8217;at pada hari itu.</li>
<li>Waktu terakhir setelah Ashar&#8221;.</li>
</ol>
<p align="justify"> (Kedua), jika doa tadi bertepatan dengan kekhusyu&#8217;an hati, merendahkan diri  di hadapan Sang Penguasa. Menghadap kiblat, berada dalam kondisi suci dari  hadats, mengangkat kedua tangan, memulai dengan tahmid (puji-pujian),  kemudian membaca shalawat atas Muhammad. Lalu bertobat dan beristighfar  sebelum menyebutkan hajat. Kemudian menghadap kepada Allah,  bersungguh-bersungguh dalam memohon dengan penuh kefaqiran, dibarengi dengan  rasa harap dan cemas. Dan bertawassul dengan asma dan sifatNya serta  mentauhidkanNya. Lalu ia dahului doanya itu dengan sedekah terlebih dahulu,  maka doa seperti itu hampir tidak tertolak selamanya. Apalagi jika memakai  doa-doa yang dikabarkan Nabi SAW sebagai doa yang  mustajab atau yang mengandung Al-Ismul-A&#8217;zham (Nama Allah Yang Mahabesar).&#8221; Ya Allah, kabulkanlah doa-doa kami.</p>
<p align="justify"> Sumber rujukan :<br />
Syekh Muhammad Thariq Muhammad Shalih, A&#8217;malul Muslim filYaumi wal  Lailah.<br />
Al-Hafidz Ibnu Hajar, Fathul Bari 11/132.<br />
An-Nawawi, Majmu&#8217; IV/487 dan 548 -550.<br />
Ibnu Qayyim, Al-Jawabul Kafi Hal 12.<br />
Dan lain-lain.BawahUmum(&#8220;&#8221;, &#8220;Saat-Saat Terkabulnya Doa&#8221;, &#8220;Abu Hamzah<br />
FWD : <a href="mailto:ridho.yudianto@ifs.co.id">ridho.yudianto@ifs.co.id</a> &#8211; FD Padhang Mbulan&#8221;)</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/delss.wordpress.com/193/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/delss.wordpress.com/193/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/delss.wordpress.com/193/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/delss.wordpress.com/193/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/delss.wordpress.com/193/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/delss.wordpress.com/193/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/delss.wordpress.com/193/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/delss.wordpress.com/193/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/delss.wordpress.com/193/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/delss.wordpress.com/193/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/delss.wordpress.com/193/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/delss.wordpress.com/193/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/delss.wordpress.com/193/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/delss.wordpress.com/193/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/delss.wordpress.com/193/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/delss.wordpress.com/193/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=delss.wordpress.com&amp;blog=2191013&amp;post=193&amp;subd=delss&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://delss.wordpress.com/2007/11/30/saat-saat-terkabulnya-doa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/01226f05a33a5006fb45aaf0668444f2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">safarah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ingin Hamil dengan Pengobatan Alternatif</title>
		<link>http://delss.wordpress.com/2007/11/30/ingin-hamil-dengan-pengobatan-alternatif/</link>
		<comments>http://delss.wordpress.com/2007/11/30/ingin-hamil-dengan-pengobatan-alternatif/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Nov 2007 03:42:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>safarah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Anta Tas Al.Wal Islam Yujib]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://delss.wordpress.com/2007/11/30/ingin-hamil-dengan-pengobatan-alternatif/</guid>
		<description><![CDATA[Masalah saya begini, saya sudah menikah hampir 4 tahun, dalam jangka waktu 2 tahun saya sudah hamil 2x, tapi dua-duanya keguguran dan pada 1 tahun terakhir saya berobat ke beberapa dokter, tapi belum berhasil hamil lagi. Saya sekarang sedang dalam pengobatan alternatif, dalam pengobatan tersebut saya menemui keanehan.Assalamu&#8217;alaikum wr. wb. Masalah saya begini, saya sudah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=delss.wordpress.com&amp;blog=2191013&amp;post=192&amp;subd=delss&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Masalah saya begini, saya sudah menikah hampir 4 tahun, dalam jangka waktu 2 tahun saya sudah hamil 2x, tapi dua-duanya keguguran dan pada 1 tahun terakhir saya berobat ke beberapa dokter, tapi belum berhasil hamil lagi. Saya sekarang sedang dalam pengobatan alternatif, dalam pengobatan tersebut saya menemui keanehan.Assalamu&#8217;alaikum wr. wb. Masalah saya begini, saya sudah menikah hampir 4 tahun, dalam jangka Di bawah ini saya berusaha untuk menceritakan secara singkat.<br />
- Pada kedatangan pertama, saya hanya disuruh menyebutkan nama saya &amp; suami, dan kami masing-masing dipegang urat nadinya. Setelah itu kami berdua disuruh minum jamu 1x setiap mau tidur.<br />
- Pada kedatangan ketiga, saya sudah dibilang hamil padahal saya sedang menstruasi, dan sampai saat mengirimkan email ini, saya sudah masuk bln ke-7, dan saya masih menstruasi juga.<br />
- Pantangan: tidak boleh di USG sebelum dia bilang boleh, dan beberapa hal yang masih umum (yang masih masuk akal), seperti tidak boleh makan nenas, dsb.<br />
- Misalkan ada pasien yang nanya ini-itu yg berhubungan dengan keanehan2 mrk ke Pak Haji (sebutan utk yg ngobatin), kadang2 dia suka blg spt ini, kamu sbtulnya mau brobat sama saya atau tidak, kalo misalkan tdk mau ya sudah, kandungan kamu saya gugurkan saja (seolah2 dia bener2 bisa membuata kadungan itu ada dan tidak).<br />
-Dalam 1 bulan terakhir ini saya dapat info dari beberapa orang yg sudah berhasil melahirkan sbb:<br />
* mrk hamilnya tdk 9 bln melainkan 12-15 bln.<br />
* pd hari kita mau melahirkan kita hrs minum air putih yg dikasih oleh pak Haji.<br />
* ada bbrp org yg bandel, USG tanpa sepengetahuan dia, dan hasilnya: tdk ada bayi dlm kandungannya.<br />
* dan info terakhir yg saya trima, 1 org sdh disuruh ke dokter, ternyata pas di USG tdk ada. Yg mau saya tanyakan, menurut Ustadz/Ustadzah, apakah jalan yg saya tempuh ini benar di jln Allah atau tidak? Apakah calon bayi yg saya kandung sekarang, Alloh yg memberikan atau??? Selama ini saya memang tdk yakin dg jln ini, tp guru ngaji saya dan Ibu saya mengatakan bhw yg bisa menciptakan manusia itu hanya Alloh SWT, kita hanya bisa berikhtiar saja dan jika saya memang mau ambil alternatif spt ini, halal-halal saja asal tdk disuruh melakukan hal2 atau disuruh bawa ini-itu (spt : ayam hitam, kemenyan, dsb).<br />
Saya sangat mengharapkan jawaban dr Ustadz/Ustadzah sekalian, krn waktu nya sudah sangat mendesak. Dan jika ternyata jawaban nya saya harus meninggalkan jalan ini, mohon agar diberi petunjuk apa yg harus saya lakukan. Terimakasih banyak.<br />
Wassalam.<br />
Regards,<br />
Mutmainah Hirsun</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;<br />
Jawab<br />
&#8212;&#8212;&#8211;<br />
Tinjauan Medis: Wa alaikum salam wr wb, Ibu Mutmainah yang baik, Sayangnya anda tidak memberikan informasi umur anda juga penyebab anda mengalami abortus sebelumnya. Seseorang dapat dikatakan mengandung atau hamil salah satu tanda pastinya adalah berhentinya menstruasi. Hal ini terjadi karena ketika terjadi pembuahan/fertilisasi (bertemunya sel sperma dan sel telur) dan membentuk zygot yang akan tertanam pada dinding rahim (endometrium) yang disebut proses nidasi. Jika ibu tetap menstruasi maka secara medis ibu dapat dinyatakan &#8220;pasti&#8221; tidak hamil,karena menstruasi adalah peristiwa peluruhuan dinding endometrium akibat sel ovum yang tidak dibuahi.Sedangkan pernyataan ibu mengenai umur kehamilan dari ibu-ibu yang berobat ke dukun itu, secara medis hal itu mungkin saja, kami menyebutnya dengan posmatur, dimana kehamilan yg melewati masa 40 minggu usia kehamilan. Abortus yang anda alami 2 kali berturut-turut baiknya dikonsulkan kembali ke dokter kandungan anda untuk dicari penyebabnya. Anda belum dapat dikatakan mengalami abortus habitualis karena keguguran yg anda alami tdk lebih dari 3 kali dan jika anda mencoba konsul ke dokter kandungan anda dan dicari penyebabnya maka Insya Allah keadaan anda dapat ditangani secara medis. Demikian, semoga membantu. Wassalam. Lilya Wildhanie</p>
<p>******<br />
Tinjauan Agama: Dalam Islam ada beberapa cara untuk mengobati orang sakit, diantaranya melalui medis dan yang lain yaitu dengan do&#8217;a-do&#8217;a (ruqya) yang biasanya di Indonesia dilakukan oleh orang-orang &#8220;pintar&#8221;. Ruqya adalah ucapan-ucapan yang kalau diucapkan bisa menolak bahaya, atau menyembuhkan penyakit. Tradisi ruqya dilakukan juga olah orang Arab sebelum datangnya Islam, kemudian tradisi tersebut diluruskan dengan keyakinan bahwa ungkapan-ungkapan tersebut tidak akan bisa bermanfaat kecuali atas kehendak Allah.<br />
Pengobatan semacam ini diperbolehkan dalam Islam berdasarkan hadits Nabi yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori, dikisahkan oleh Sayyidah Aisyah ra. bahwasannya Nabi ketika sakit, beliau meniup anggota tubuh yang sakit tersebut kemudian membaca surat Al-Falaq dan surat An-Naas. Hadits lain diriwayatkan oleh Imam Muslim dan Abu Daud dari Auf bin Malik berkata :&#8221;Kami melakukan pengobatan dengan do&#8217;a-do&#8217;a pada kaum jahiliyah, kemudian kami berkata : &#8220;Wahai Rasulullah, bagaimana pendapatmu tentang hal ini? beliau berkata: &#8220;Perlihatkan do&#8217;a-do&#8217;amu padaku, tidak apa-apa melakukan pengobatan dengan do&#8217;a-do&#8217;a yang tidak mengandung ungkapan syirik&#8221;<br />
Dari hadits diatas dapat disimpulkan bahwa kita boleh berobat pada tabib (dukun) yang diyakini bahwa dukun tersebut dekat dengan Allah dan tidak menggunakan media pengobatan yang menjurus pada syirik seperti meminta pertolongan pada selain Allah. Apabila dukun tersebut menggunakan media pengobatan yang menjurus pada syirik kepada Allah (ilmu hitam) maka hal ini tidak diperbolehkan. Ada beberapa syarat diperbolehkannnya pengobatan dengan do&#8217;a-do&#8217;a ini. Yang pertama adalah si tabib harus memulai pengobatan dengan kalam, nama-nama atau sifat-sifat-Nya. Kedua pengobatan tidak menjurus pada syirik kepada Allah dan yang terakhir, tabib dan pasien harus yakin bahwa Allah lah Sang Maha Penyembuh segala penyakit.<br />
Sebagai Tambahan: Yang bisa memberikan keturunan hanyalah Allah dan manusia hanya berusaha dan ihtiar. Ihtiar terbaik tentunya melalui jalur medis yang telah dijamin legalitasnya. Ada baiknya juga melalui jalur alternatif dengan melihat ketentuan di atas. Semoga Allah memudahkan jalan Ibu.<br />
Wassalam</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/delss.wordpress.com/192/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/delss.wordpress.com/192/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/delss.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/delss.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/delss.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/delss.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/delss.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/delss.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/delss.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/delss.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/delss.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/delss.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/delss.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/delss.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/delss.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/delss.wordpress.com/192/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=delss.wordpress.com&amp;blog=2191013&amp;post=192&amp;subd=delss&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://delss.wordpress.com/2007/11/30/ingin-hamil-dengan-pengobatan-alternatif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/01226f05a33a5006fb45aaf0668444f2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">safarah</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
